SINARJAMBI.COM – Sampai bulan Juni 2023, tercatat kurang lebih ada 40 ribu investor saham di provinsi Jambi. Dikatakan kepala kantor Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Jambi, Fasha Fauziah bahwa kaum Milenial dan Generasi Z mendominasi.
Sementara, untuk segmen golongan pekerjaan didominasi kalangan mahasiswa dan karyawan swasta.
“Jumlah investor di provinsi Jambi itu kurang lebih 40 ribuan investor saham. Untuk golongan, investor Kita itu didominasi kaum Milenial dan Generasi Z dengan jumlah 30 sampai 40 persen dari jumlah investor.”
“Dan untuk golongan pekerjaannya didominasi kalangan mahasiswa dan karyawan swasta,” ujarnya usai media gathering bersama wartawan Pasar Modal Jambi di lantai 4 gedung Mahligai Bank Jambi, Kamis (20/7/2023) pagi.
Sayangnya, dari jumlah 40 ribu tersebut ternyata angka investor yang aktif hanya berkisar 10 persen saja. BEI Jambi akan mendorong agar angka investor yang aktif menyentuh 20 sampai 30 persen.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni berkolaborasi dengan anggota bursa dengan melakukan semacam kompetisi. Selain itu, tambah Fasha, Bursa Efek Indonesia juga telah meluncurkan aplikasi IDX Mobile.
Ke depan, BEI Jambi akan menggencarkan terus literasi dan edukasi kepada masyarakat agar berminat menjadi investor saham.
“Investor yang aktif itu dilakukan 4 ribu sampai 6 ribu investor, artinya itu memang masih cukup rendah. Itu di atas 10 persen. Harapannya ke depan itu angkanya mencapai 20 sampai 30 persen investor aktif,” harap Fasha. (Rolan)







Discussion about this post