SINARJAMBI.COM – Kegiatan Capacity Building yang diikuti 33 anggota Forum Wartawan Ekonomi Bisnis (Forweb) Jambi dilanjutkan materi terkait jurnalistik. Acara digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi selama tiga hari 2- 4 Oktober 2026. Hadir Robby Fathir Nashary selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi.
Rachmadin Ismail selaku Pemimpin Redaksi Tirto.id menyampaikan materi ‘Membangun Bisnis Media Lewat Relevansi Audiens’. Acara bertempat di Ballroom hotel Amelia Purosari, Yogyakarta, Jumat (2/10/2026) malam.
Dikatakan Rachmadin, tidak ada lagi monopoli informasi oleh media dari hulu ke hilir sejak hadirnya media sosial (medsos). Dimana, semua orang bisa jadi pemberi informasi. Terutama bagian amplifikasi atau awarness.
“Konten yang disukai menjadi hiperlokal karena kedekatan yang lebih relevan. Lalu topik pembahasan dicari yang semakin spesifik dengan kedalaman. Lagi-lagi karena relevansi,” ujar Rachmadin.
Menariknya, Rahmadin juga menyinggung keberadaan Artificial Intelligence (AI) merubah format yang dulu berupa Web beralih menjadi AI dan Algoritma yang disebarkan melalui medsos.
“Real battle (pertarungan sesungguh)-nya sekarang ada di medsos. Gara-gara perubahan format di atas, juga mempengaruhi perubahan model bisnis. Terutama dalam hal pendapatan melalui iklan.”
“Bisnis iklan sudah tidak lagi menjadi satu-satunya pendapatan, media kini berlomba membuat produk berbasis IP hingga produk dan layanan lain untuk menghidupi jurnalisme,” papar Rachmadin.
Nah, terkait relevansi audiens, Rachmadin menjelaskan bahwa saat ini konten berita menyasar kebutuhan audiens lokal, terutama kepentingan si pemasang iklan.
Dimana, insights iklan yang berbasis hiperlokal diantaranya dimana media dan konten lokal kini lebih ramah algoritma, pengiklan saat ini mengincar relevansi audiens secara demografi wilayah, tidak cuma usia dan interest. Dan terakhir, local context berpeluang lebih besar memberikan konversi.
“Jadi perubahan-perubahan terjadi di luar sana, bagaimana kita beradaptasi, kita dapat berdiskusi dari perspektif masing-masing,” Rachmadin menutup materinya sebelum dilanjutkan sesi tanya jawab. (Rolan)


Discussion about this post