SINARJAMBI.COM – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Jambi terus berkomitmen menambah wawasan terkait Bank Sentral kepada jurnalis. Kali ini, Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi mengajak 33 jurnalis yang tergabung dalam Forum Wartawan Ekonomi dan Bisnis (Forweb) Jambi mengikuti Capacity Building di hotel Amelia Pursari, Yogyakarta, selama tiga hari 2-4 Oktober 2026.
Tak hanya Forweb, Kantor Perwakilan BI Provinsi Jambi juga mengajak bidang protokol provinsi Jambi dan Kabupaten/Kota. Di hari pertama, Forweb Jambi dan Protokol mendapatkan pemaparan terkait Transformasi Bank Sentral melalui amandemen UU P2SK yang disampaikan M Yudi Farha selaku Performance Manager Departemen Hukum Bank Indonesia.
Acara dibuka Kepala Deputi BI Perwakilan Jambi Robby Fathir Nashry. Dikatakan Robby, Kantor Bank Indonesia senantiasa memandang bahwa komunikasi itulah bagian penting dari pelaksanaan tugas.
Dan sebagai Bank Sentral, BI dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang ada, diharapkan dapat memberikan dampak yang nyata bagi perekonomian Indonesia maupun daerah melalui komunikasi yang baik sebagai satu hal yang sangat penting.
“Tidak kalah penting juga bahwa kebijakan itu dikeluarkan oleh sebuah institusi yaitu Bank Indonesia dan institusi ini sudah mengalami banyak transformasi. Dan kebetulan transformasi yang terbaru yaitu terjadi tahun 2026 dengan adanya amandemen undang-undang P2SK,” jelas Robby.
“Dari hasil komunikasi juga akan dapat terlaksana dengan baik. Tanpa adanya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dan termasuk tentu saja dengan rekan-rekan media yang memberitakan kami dan rekan-rekan protokol dari pemerintah daerah dan instansi vertikal yang ada di provinsi Jambi.”
“Kenapa demikian, protokol adalah pembisik bagi pimpinan daerah, maka sudah sewajarnya kami dari Bank Indonesia memperkenalkan lebih jauh tentang apa itu Bank Indonesia. Melalui amandemen undang-undang apa saja yang diperkuat.”
“Tujuannya untuk menguatkan, kemudian bagaimana nanti dampaknya bagi kita di nasional maupun di daerah. Dengan ini diharapkan kita ada pemahaman yang sama terkait transformasi Bank sentral itu. Dan ini tentu saja menjadi penting, karena pemahaman inilah yang akan membuat kita sama-sama melaksanakan tugas dengan baik,” ujar Robby.
Robby juga mengingatkan bahwa dunia sekarang begitu cepat berubah dan bertranformasi. Khususnya di bidang kemajuan teknologi informasi. Saat ini, tambah Robby, sedang berada di waktu yang sangat dinamis dengan banyaknya perubahan perkembangan teknologi.

Di mana kondisi ini juga menuntut semua pihak bisa memahami, bahwa setiap media atau platform informasi itu memiliki pendekatan yang berbeda. Karena setiap media informasi memiliki audience yang berbeda.
“Sehingga cara bicara kita, cara menyampaikan juga berbeda. Ini khususnya untuk teman-teman dari insan media yang nanti akan kita berikan informasi, bagaimana caranya supaya dengan adanya dinamika multi transform saat ini, kita bisa menyimpulkan informasi yang sesuai dengan kanal yang kita pilih dan audience yang membaca.”
“Kemudian di waktu yang bersamaan juga, kita juga berharap disini itu juga semakin lancar dengan adanya pengetahuan tentang fungsi dan kedudukan Bank Indonesia dan protokoler. Karena kita juga sebagai instansi yang ada di daerah, tentu bisa memperkenalkan kepada Bapak Ibu seperti apa fungsi protokol yang ada di Bank Indonesia,” ujar Robby.
Lewat acara ini, Robby berharap peserta acara memahami terkait transformasi Bank Sentral. Terutama bagi wartawan dan perwakilan protokol pemerintah daerah Jambi yang baru bergabung pada kegiatan tahun ini.
“Nanti harapan setelah kegiatan ini segala bentuk komunikasi, segala bentuk koordinasi Kita di lapangan bisa berjalan dengan baik,” harap Robby.
Ia juga sedikit menjelaskan alasan dipilihnya Yogyakarta sebagai tempat kegiatan acara. Dimana, secara sejarah bahwa Yogyakarta dan Jambi ada kesamaan dari sisi jejak peninggalan peradaban manusia. Khususnya dalam penyebaran agama Buddha.
Candi Borobudur, tambah Robby, sebagai pusat peribadatan agama Buddha. Sementara, komplek percandian Muarojambi menjadi tempat sekolah para pemuka agama Buddha memperdalam ilmu di zaman dulu.
BI Jambi juga berkomitmen menciptakan pertumbuhan perekonomian yang baru melalui konektifitas budaya ini. Diantaranya peningkatan kunjungan wisatawan ke Jambi. Disinilah peran pers mengambil peran.
“Nah, lewat pemberitaan rekan-rekan media terkait konektifitas budaya antara Yogyakarta dan Jambi, juga supaya mendorong adanya peningkatan penambahan penerbang langsung dari Jambi – Yogyakarta sebaliknya. (Rolan)


Discussion about this post