SINARJAMBI.COM – Wakil Gubernur (Wagub) Jambi Abdullah Sani memaparkan kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) provinsi Jambi kepada Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Paparan disampaikannya saat Menhut memimpin rakor penanganan karhutla di Daops Manggala Agni Jambi jalan Lingkar Barat 1 Kenali Asam Bawah, Kota Jambi, Selasa (25/8/2026) pagi.
Tampak mendampingi Wagub diantaranya Danrem 042/Gapu Brigjen TNI Nyamin, Kajati Jambi Sugeng Hariyadi, Dirreskrimsus Polda Jambi Taufik Nurmandia serta Kadis Kominfo Provinsi Jambi Ariansyah.
Hadir juga Wali Kota Jambi Maulana dan Bupati Muarojambi Bambang Bayu Suseno, Kapolres Muarojambi AKBP Bayu Noormansyah.
Dijelaskan Wagub Sani, bahwa penanggulangan karhutla dibutuhkan sinergi yang kuat semua pihak. Terutama dengan dukungan yang ditunjukkan langsung jajaran Kementerian Kehutanan.
“Dengan kehadiran Bapak Menteri dan rombongan sekalian di lapangan ini, merupakan bukti perhatian dan komitmen dari pemerintah pusat.”
“Kita tahu, Bapak Presiden Republik Indonesia telah memberikan arahan dan penekanan agar seluruh daerah meningkatkan kesiapsiagaan,” jelas Wagub Sani.
Sampai bulan Agustus, tambah Wagub Sani, luasan lahan yang terbakar se-provinsi Jambi yakni seluas 916,28 hektar. Sementara, data hot spot (titik panas) sampai bulan Agustus sebanyak 3.632 titik.
Ia juga menyampaikan kendala yang dihadapi petugas di lapangan dalam memadamkan karhutla. Salah satunya, sulitnya mendapatkan sumber air akibat kemarau yang panjang.
“(Hot spot) di Batanghari ada 339, Bungo 180, Kerinci 38 dan luar biasa Muarojambi 700 lebih. Kemudian Saya sampaikan ke bapak menteri, kendala yang dihadapi yakni luasnya lahan yang terbakar yang tentunya relatif menyulitkan personel.”
“Kemudian tidak ada akses jalan, musim kemarau yang panjang menyulitkan mendapatkan sumber air. Kemudian kondisi cuaca panas dan angin kencang,” ujar Wagub Sani.
Kemarau panjang tahun 2026, tambah Menhut, hampir mirip dengan kejadian karhutla tahun 2015 lalu. Dimana, fenomena pengaruh perubahan cuaca dari El Nino sangat kuat.
Menhut menjelaskan bahwa kedatangannya ke Jambi adalah perintah langsung Presiden Prabowo Subianto untuk mengecek progres penanganan karhutla.
“Saya diperintahkan beliau (Presiden) bersama KL (kementerian/lembaga) yang lain untuk memastikan seluruh berita yang disampaikan tidak hanya jadi omon-omon tapi dilaksanakan dimana tempat yang beliau kunjungi. Sehingga karhutla Kita dapat segera teratasi.”
“Namun seperti yang disampaikan berkali-kali oleh BMKG, ini El Nino yang sangat kuat. Ini referensinya sama dengan 2015 yang lalu, nauzubillah jangan terjadi kembali lagi saat ini,” ujarnya. (Rolan)







Discussion about this post