SINARJAMBI.COM – Bagi Suti Masniari Nasution, jabatan kepala perwakilan Bank Indonesia provinsi Jambi yang ia duduki saat ini tidak dicapai dengan mudah. Butuh pergulatan dalam meniti karir. Terlebih, dirinya seorang perempuan.
Namun, keuletan dan dukungan keluarga mendorong Suti Masniari Nasution bisa mencapai itu. Proses menjadi penekanan dirinya dalam bekerja. Ia meyakini, hasil instan akan berakhir instan pula. Beda halnya jika dilalui lewat proses.
Itu Ia sampaikan saat meluncurkan buku karyanya berjudul ‘Tentang Cinta, Karya dan Makna’ setebal 186 halaman. Dipandu artis ibukota Omesh, ratusan peserta yang hadir menyimak bedah buku tersebut di Swiss-Belhotel, Selasa (29/3/2022).
“Buku ini Saya tulis bukan untuk menggurui, tetapi mudah-mudahan menjadi guider bagi anak-anak muda yang tengah meniti dalam bekerja. Agar menjadi better person, better leader dan better friend.”
“Tentunya karya ini saya persembahkan untuk lembaga tercinta Bank Indonesia dan tentunya pada akhirnya semua kita ingin hidup ini bermakna. Makanya saya menuliskan buku tentang cinta, karya dan makna,” ujar Suti Masniari Nasution saat bedah buku.
Suti yang begitu konses dengan kalangan milenial ini, mengajak untuk mengisi hidup dengan penuh makna. Karya bukunya ini juga sebagai kepedulian Suti kepada milenial yang baru hendak meniti karir.
Lewat proses dan mengisi perjalanan penuh makna, kata Suti akan menghadirkan penghidupan yang lebih baik lagi.
“Bagaimana Saya berikan cinta saya untuk dibagi kepada sesama anak-anak muda, bagaimana saya juga ingin memiliki sebuah karya yang bisa menjadi legacy saya.”
“Dan juga saya persembahkan ini kepada lembaga Bank Indonesia dan juga bagaimana pada akhirnya semua daripada kita ingin mendapatkan makna dalam hidup. “
“Jadi kita merasa hidup kita dapatkan sehingga kita akan menjadi seseorang akan lebih baik dari hari ke hari,” harap Suti Masniari Nasution.
Bedah buku juga memperingati Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia tahun 2022. Tak kalah penting, untuk mendukung pengembangan literasiliterasi serta meningkatkan budaya baca.
Acara dihadiri kalangan mahasiswa, akademisi, perbankan dan perwakilan organisasi perempuan. (Rolan)







Discussion about this post