SINARJAMBI.COM – Kepala Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik Provinsi Jambi, Drs. H. Ismed Wijaya, M.M mengajak semua pihak untuk merawat dan menjaga keberagaman untuk mendukung pembangunan daerah.
“Sebagaimana kita ketahui bersama, Provinsi Jambi merupakan daerah yang memiliki keberagaman suku, agama, budaya, adat istiadat, dan latar belakang sosial masyarakat.”
“Keberagaman tersebut merupakan kekayaan bangsa yang harus kita jaga, rawat, dan kembangkan sebagai kekuatan untuk mendukung pembangunan daerah,” ujarnya di Musyawarah Wilayah ke-9 Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jambi, Rabu (28/10/2026).
Muswil Ke-9 FPK yang berlangsung di auditorium rumah dinas Gubernur Jambi menetapkan Alexander SE, ME untuk memimpin FPK Priode 2026 – 2031.
Tampak hadir lengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Provinsi Jambi, para ketua dan perwakilan paguyuban etnis yang tergabung dalam FPK Provinsi Jambi, para tokoh adat, tokoh masyarakat dan tokoh agama.
Ditambahkan Ismed Wijaya, musyawarah wilayah ke-9 ini merupakan momentum penting bagi organisasi FPK Provinsi Jambi untuk melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja, menyusun langkah-langkah strategis ke depan, serta memilih dan menetapkan kepengurusan yang mampu melanjutkan tugas pembauran kebangsaan secara berkesinambungan.
Dalam konteks tersebut, Forum Pembauran Kebangsaan memiliki peran strategis sebagai wadah komunikasi, konsultasi, kerja sama, dan pemeliharaan hubungan sosial yang harmonis antarkelompok masyarakat.
“FPK diharapkan tidak hanya menjadi tempat berkumpulnya berbagai paguyuban etnis, tetapi juga menjadi jembatan yang mampu mempertemukan perbedaan, membangun saling pengertian, mencegah kesalahpahaman, serta memperkuat rasa persaudaraan dan persatuan di tengah masyarakat,” harap Ismed Wijaya.
Pelaksanaan Muswil ke-9 ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, tanggal 28 Oktober. Momentum bersejarah ini mengingatkan bahwa persatuan merupakan fondasi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Semangat Sumpah Pemuda mengajarkan bahwa perbedaan suku, bahasa, dan latar belakang bukanlah penghalang untuk bersatu. Justru dengan keberagaman itulah, dapat memperkuat identitas sebagai bangsa Indonesia, dengan tetap menghormati identitas dan kebudayaan masing-masing.
“Oleh karena itu, saya berharap seluruh peserta Muswil dapat melaksanakan musyawarah dengan penuh kedewasaan, menjunjung tinggi asas kekeluargaan, menghormati perbedaan pendapat, serta mengutamakan kepentingan organisasi dan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.”
Siapa pun yang nantinya mendapat amanah untuk memimpin FPK Provinsi Jambi, tambah Ismed Wijaya, hendaknya mampu merangkul seluruh paguyuban etnis, membangun komunikasi yang baik, serta menjalankan organisasi secara terbuka, inklusif, dan bertanggung jawab.
“Kepada kepengurusan yang nantinya terpilih, saya berharap agar dapat menyusun program kerja yang nyata dan terukur, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta meningkatkan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam menjaga kerukunan dan persatuan bangsa,” ujar Ismed Wijaya.
Diketahui, Pemerintah Provinsi Jambi melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik senantiasa mengharapkan dukungan dan partisipasi FPK dalam menjaga stabilitas sosial, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menciptakan suasana kehidupan masyarakat yang aman, damai, harmonis, dan kondusif.
Namun, upaya pembauran kebangsaan tidak dapat dilaksanakan oleh pemerintah semata. Diperlukan keterlibatan seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, dan paguyuban etnis.
“Mari kita jadikan FPK sebagai ruang bersama untuk memperkuat persaudaraan, membangun dialog, menyelesaikan perbedaan secara bijaksana, dan menumbuhkan semangat gotong royong demi kemajuan Provinsi Jambi.”
“Saya juga berharap hasil Muswil ke-9 ini tidak berhenti pada pemilihan kepengurusan dan penyusunan dokumen organisasi, tetapi benar-benar menjadi landasan bagi pelaksanaan program pembauran kebangsaan yang bermanfaat dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.”
“Akhirnya, dengan memohon ridho Allah, Tuhan Yang Maha Esa. Semoga Musyawarah Wilayah ke-9 Forum Pembauran Kebangsaan Provinsi Jambi dapat berjalan dengan lancar, tertib, demokratis, dan menghasilkan keputusan terbaik bagi kemajuan organisasi serta penguatan persatuan dan kesatuan bangsa,” pungkas Ismed Wijaya (*)


Discussion about this post