SINARJAMBI.COM – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di provinsi Jambi selama ini cukup mendapat perhatian dari beberapa pihak yang konsen terkait perkembangan usaha maupun pemasaran produknya. Salah satu yang konsen terhadap pelaku UMKM yakni kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) provinsi Jambi.
Sebagai salah satu hasil bumi andalan Jambi, BI Jambi begitu penuh perhatiannya akan kemajuan petani kopi di Jambi. Ketua DPD Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) provinsi Jambi Ariansyah mengapresiasi dukungan dan perhatian yang diberikan kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Jambi terhadap petani kopi Jambi selama ini.
“Selama ini mereka (BI Jambi) sudah banyak membantu kita kepada petani-petani, khususnya Koerintji Barokah. Kita berharap juga kepada petani-petani lainnya. Mereka sudah ke Jangkat dalam pembinaannya, kemudian juga Liberika.”
“Jadi pemerataan semua kopi. Mudah-mudahan banyak timbul kopi-kopi seperti Koerintji Barokah,” harap Ariansyah di temui di sela-sela acara peluncuran gerakan nasional Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Berwisata di Indonesia (BBI-BWI) di pelataran parkir bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Rabu (19/1/2022) pagi.

Hal senada disampaikan Asbaja (Asosiasi Batik Jambi). Dikatakan Nilawati selaku anggota Asbaja, pihaknya sangat terbantu dengan adanya bimbingan seperti pelatihan yang diberikan selama ini oleh kantor perwakilan Bank Indonesia provinsi Jambi.
“Perhatiannya BI Jambi Alhamdulillah Pak luar biasa. Bi Jambi sering melakukan pelatihan terkait pewarnaan, dari segi online dan pembukuannya.”
“Dan tentu kami sebagai UMKM tambah semangat dengan adanya gerakan nasional bangga buatan Indonesia itu memotivasi kami UMKM lebih giat berkarya,” jelas Nilawati.
Kepala perwakilan BI provinsi Jambi Suti Masniari Nasution menegaskan komitmennya memajukan UMKM Jambi. Sembari mendorong masyarakat Jambi bangga membeli dan memakai produk asli daerah Jambi seperti batik, makanan tradisional sampai hasil bumi yakni kopi.
“Tema kita hari ini adalah bagaimana kita menghadirkan hijau. Ke depannya juga kita kan akan menggerakkan ekonomi dan keuangan hijau ya. Jadi dimulai dengan konsep seperti ini. Dan ini mempergunakan dari bahan-bahan lokal yang itu tadi yang juga bisa dianyam menjadi tas dan lain sebagainya,” jelas Suti Masniari Nasution.
“Jadi emang ini sangat sangat diapresiasi, tadi dengarkan Pak Luhut bilang ini adalah luar biasa dan ini akan diminta menjadi benchmark. Kita harus mengangkat konsep go green seperti ini.”
“Pertama kita dukung UMKM, yang kedua selalu kita ajak masyarakat untuk belanja produk UMKM dengan berbagai fasilitas promo, apakah lihat pameran dan lain sebagainya. Kita selalu menggaungkan bagaimana UMKM lokal ini agar bisa bangkit itu dengan menggunakan produk Jambi.”
“Kami sendiri juga menggunakan ini, ini, ini (sambil menunjukkan tas yang dipakainya). Terus batik Jambi. Kami sangat konsisten dan istiqomah menggunakan produk Jambi,” tegas Suti Masniari Nasution mantap.

Ditambahkan Deputi Kepala Perwakilan Perumusan dan Implementasi Kebijakan Ekonomi dan Keuangan Daerah Kantor Perwakilan BI provinsi Jambi, A Pandu Wirawan, pihaknya sangat konsen kepada UMKM, salah satunya petani kopi.
Dalam membantu memajukan usaha petani kopi, khususnya yang tergabung di koperasi Koerintji Barokah, BI Jambi memberikan support bagaimana pengolahan, penjemuran sampai dengan prosesnya.
“Itu kita support sehingga kita bisa dorong untuk koperasi Koerintji Barokah ini bisa ekspor dan itu tentunya membutuhkan ini ya apa peningkatan. Misalnya infrastruktur, kemudian kita memberikan bantuan misalnya rumah penjemuran, ada mesin pengolahan yang untuk memilah kopi. Kemudian sampai mesin roasting. Di samping green bean yang sudah ekspor, bisa nanti yang roasted bean karena dengan roasted bean itu yang sudah disangrai kopinya itu nilai jualnya lebih tinggi, nilai tambahnya lebih tinggi.”
“Dan ini tentu kita akan kembangkan juga, tidak hanya di arabika, namun kita juga sekarang mulai masuk ke kopi robusta Jangkat yang memang kualitasnya memang cukup bagus. Sehingga kita harapkan Insya Allah tahun ini atau paling telat tahun depan, arabika robusta Jangkat juga bisa ekspor juga ke mancanegara,” harapnya ditemui disela-sela acara Gernas BBI-BWI.
Gernas BBI-BWI diluncurkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Turut hadir Menhub Budi Karya, Menteri ATR-BPN, Gubernur Jambi Al Haris dan beberapa Bupati/Walikota. (Rolan)







Discussion about this post