SINARJAMBI.COM – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di desa Bungku, Batanghari beberapa hari lalu ternyata disebabkan ledakan sumur minyak ilegal.
Dikatakan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jambi Kombes Pol Sigit Dany Setiyono, ledakan terjadi tanggal 18 September 2021 lalu. Setidaknya, luas karhutla sekitar 2 hektar.
“Bahwa pada hari Sabtu yang lalu tanggal 18 September 2021 telah terjadi kejadian kebakaran hutan yang diawali dari adanya ledakan dan juga insiden di salah satu titik sumur ilegal atau ilegal drilling di wilayah desa Bungku.
“Kejadian ini diketahui dan dimonitor oleh patroli udara Satgas karhutla Provinsi Jambi yang kemudian dilaporkan pada pukul 10 pagi hari Sabtu. Dan selanjutnya dari Satgas karhutla Jambi secara bersama-sama berupaya untuk melakukan mitigasi.”
“Sampai dengan saat ini kondisi di lokasi api masih belum padam dan kondisinya api cukup besar, berasal dari salah satu sumber titik yang memiliki sumber gas dengan ketinggian api kurang lebih 20 meter,” jelas Sigit Dany Setitono saat jumpa pers di ruang Ditreskrimsus.
Mitigasi kata Sigit dilakukan sejak awal kejadian untuk melokalisir api tidak merambat lebih luas. Tak tanggung-tanggung, helikopter BPBD provinsi Jambi melakukan water bombing sebanyak 110 kali di titik kebakaran.
Pemadaman api, kata Sigit akan melibatkan pihak yang memiliki teknologi memadai seperti Pertamina.
“Alhamdulillah sampai saat ini (water bombing) masih berjalan terus bahkan sampai dengan hari ini. Sampai sore hari kemarin sudah dilaksanakan sebanyak 110 kali water bombing kurang lebih hampir 400 ton air yang digunakan untuk melokalisir area di sekitar api pemadaman,” kata Sigit didampingi pihak Kasi Intel Korem 042/Gapu Kol Inf Ginting dan kepala BPBD provinsi Jambi Bachyuni.
“Hari ini sendiri tidak dapat dilaksanakan (pemadaman) secara umum, artinya memerlukan teknis dan juga teknologi tersendiri seperti dari Pertamina.”
“Oleh karenanya saat ini pemerintah provinsi Jambi dan beserta seluruh stakeholders terkait termasuk perusahaan-perusahaan yang ada di sekitarnya, berupaya untuk melakukan upaya mitigasi dengan melakukan pembuatan perimeter, supaya tidak terjadi kebakaran hutan yang luas,” ujar Sigit Dany Setiyono.
Kepala BPBD provinsi Jambi, Bachyuni mengatakan pihaknya sampai hari ini masih terus melakukan pemadaman.
Sementara, Kol Inf Ginting menegaskan pihaknya akan tetap bekerjasama dengan semua pihak menanggulangi karhutla ini.
“Kami akan bekerja sama dengan pihak pemerintah daerah maupun pihak yang punya kemampuan dalam rangka untuk melakukan pemadaman.”
“Kami juga mendukung langkah-langkah Bapak Kapolda dalam hal langkah prosedur di bidang yudisial atau hukum sesuai dengan negara kita,” jelas Ginting. (Rolan)







Discussion about this post