SINARJAMBI.COM – Pemerintah Kota Jambi mulai menyiapkan pelaksanaan Program Kampung Bahagia Tahap II dengan menitikberatkan pada perubahan perilaku masyarakat, penguatan budaya gotong royong, serta pengembangan potensi di setiap kelurahan.
Wali Kota Jambi Maulana mengatakan keberhasilan program tersebut tidak lagi hanya diukur dari pembangunan fisik, melainkan sejauh mana masyarakat terlibat aktif menjaga lingkungan dan membangun kehidupan sosial yang lebih baik.
“Kampung Bahagia bukan sekadar program pembangunan fisik. Ini adalah gerakan sosial untuk membangun kepedulian, memperkuat kebersamaan, dan menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan,” ujar Maulana saat sosialisasi Program Kampung Bahagia Tahap II kepada camat, lurah, ketua RT, dan organisasi perangkat daerah (OPD), Selasa (14/7/2026).
Menurut Maulana, tahap kedua program akan diarahkan pada pembangunan yang berkelanjutan melalui peningkatan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan, keamanan, serta memperkuat hubungan sosial di lingkungan masing-masing.
Ia berharap setiap kampung tidak hanya menjadi lebih tertata, tetapi juga ramah bagi anak, peduli terhadap lansia, mampu mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mengurangi volume sampah yang dihasilkan.
“Ukuran keberhasilan Kampung Bahagia bukan hanya banyaknya pembangunan yang terlihat, tetapi bagaimana masyarakat ikut menjaga lingkungan, memperkuat persaudaraan, mengembangkan UMKM, dan menciptakan kampung yang nyaman untuk semua,” katanya.
Maulana menegaskan keterlibatan masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut. Menurutnya, pembangunan tidak akan berjalan optimal apabila hanya mengandalkan anggaran pemerintah.
“Sebesar apa pun anggaran pemerintah tidak akan cukup jika masyarakat hanya menjadi penonton. Ketika masyarakat ikut bergerak dan merasa memiliki hasil pembangunan, manfaatnya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga meminta camat, lurah, dan ketua RT menjadi penggerak di lingkungan masing-masing dengan memperkuat budaya gotong royong dan mengajak masyarakat berpartisipasi dalam pembangunan.
Selain itu, Pemkot Jambi akan memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Operator Pengumpul Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang telah berjalan pada tahap pertama.
Maulana berharap setiap kelurahan di Kota Jambi ke depan memiliki identitas dan potensi unggulan sesuai karakter wilayahnya, seperti kampung ketahanan pangan, sentra UMKM, kampung budaya, kampung teknologi, maupun kawasan yang mengembangkan energi baru dan terbarukan.
“Saya ingin setiap kelurahan memiliki ciri khas dan menjadi kebanggaan masyarakatnya. Potensi lokal harus terus dikembangkan agar Kampung Bahagia benar-benar menjadi gerakan bersama dalam meningkatkan kualitas hidup warga Kota Jambi,” pungkasnya. (*)







Discussion about this post