SINARJAMBI.COM – Kondisi rusaknya jalan di simpang Sijenjang arah jembatan Aur Duri II banyak dikeluhkan warga yang biasa melintas.
Selain rusak, debu yang berterbangan cukup mengganggu pengguna jalan. Terlebih pengendara roda dua.
Dilihat sinarjambi.com beberapa hari lalu, beberapa titik jalan yang berlobang telah ditimbun batu koral. Mobil pribadi maupun truk yang melintas terpaksa mengurangi kecepatan saat melintas.
Imbasnya, sering terjadi kemacetan. Terlebih beberapa titik jalan yang rusak berada dekat lampu merah simpang Sijenjang.
Kondisi ini sedikit dikeluhkan salah seorang pedagang es yang berjualan di depan toko. “Iya pak, tadi pagi baru ditimbun. Cukup mengganggu debunya,” ujar wanita muda ini enggan disebut namanya.
Hal serupa dikatakan Merry (48). Pemilik toko kelontong Cahaya Kita yang dekat lampu merah simpang Sijenjang ini mengeluhkan debu yang mengotori jualannya.
“Itu lihat, debu nempel di jualan saya. Debu makin banyak sejak buat parit depan itu,” ujarnya saat ditemui, Rabu (4/8/2021).
Sementara, Hamim selaku ketua RT 05 saat ditanya berharap agar jalan segera diperbaiki. Pasalnya, jalan tersebut ramai dilalui kendaraan. Dan warganya cukup terganggu.
“(Keluhan warga) debu banyak. Mungkin kerjo (pembuatan parit) tu belum siap ya kan,” jelas Hamim saat dihubungi via telepon, Kamis (12/8/2021) pagi.
Terkait jalan yang berlobang, kata Hamim, selalu ditimbun batu koral jika kembali rusak. Penimbunan dilakukan untuk mengurangi kemacetan.
“Kalo (jalan rusak) itu rasonyo dimano-mano tegangggu lah. Itu kan jalan lintas, ya kek gitu kondisi jalan lintas dimano-mano kan.”
“Harapan Sayo jalan itu mudah-mudahan dibagusi lah. Bukan harapan Sayo be, seluruhnya lah harapan orang gitukan, semua orang yang lewat situ kan,” ujar pria yang berprofesi sebagai guru ini. (Rolan)







Discussion about this post