SINARJAMBI.COM – Kunjungan Kerja (Kunker) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin semakin mantap. Bagaimana tidak, 2 hari berturut turut Nasution mengunjungi 28 sekolah di wilayah Kecamatan Pamenang, Bangko, Bangko Barat, Sungai Manau dan Renah Pembarap.
Hari Kamis, (09/12/2021) Nasution didampingi Kabid SMP Juhendri, Pengawas dan Korwil, menyisiri sekolah satu persatu diawali ke SMP Negeri 3 Merangin.
Kemudian, SMP 37 Merangin, SD 102 Merkeh, SD 177 Guguk, dan SMP 5 Merangin. Selanjutnya, SD 12 Bukit Batu, SD 59 Sungai Nilau, SD 57 Sungai Pinang, SMP Satu Atap 11 Merangin dan SD 158 Palipan. Seterusnya, SD 11 Muaro Panco, SD 131 Muaro Panco, SMP 20 Merangin, SD 43 Guguk, dan SD 89 Sungai Manau.
14 Sekolah tersebut dikunjungi Kadikbud mulai dari pagi hingga maghrib.

Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin Nasution mengatakan, masih dengan tujuan yang sama dirinya turun kesekolah guna melihat secara langsung kondisi sekolah serta aspirasi pihak sekolah terkait pendidikan yang ada disekolahnya masing masing.
“Kemarin kita ke Pamenang, hari ini ke wilayah Sungai Manau dan sekitarnya. alhamdulillah kita disambut baik, terima kasih kepada pihak sekolah yang masih menunggu kedatangan kami meskipun hari sudah petang,”katanya.
Diakui Nasution, kunjungan ini semata mata untuk melihat kondisi sekolah sekaligus menjalin tali silaturahmi antara dirinya dan pihak sekolah.
“Sebenarnya kunjungan kami tadi sudah lewat jam kerja sekolah. Tapi mau bagaimana lagi, informasi dari pengawas dan korwil, serta permintaan kepsek dan guru masih menunggu kedatangan kami disekolah.”
“Padahal kami tidak ingin menganggu waktu mereka kalau sudah selesai jam kerja sekolah. Terima kasih bapak ibu atas waktunya semoga kerja sama ini terus terjalin kedepannya,” terangnya dihadapan para guru dan kepala sekolah.
Kunker terakhir Kadikbud Merangin berakhir di SD 89 Sungai Manau. Namun, masih ada pihak sekolah yang masih menunggu kedatangan Dikbud dan rombongan meskipun hingga pukul 18.25 Wib (maghrib).
“Sekali lagi terima kasih kepada bapak, ibu, kunjungan ini tidak bermaksud lain, murni kunjungan ini panggilan hati saya untuk melihat kondisi sekolah,” jelasnya.

Sementara itu, pantauan media ini setiap sekolah yang dikunjungi didata langsung oleh Nasution untuk melihat apa yang menjadi kebutuhan dan kekurangan sekolah.
“Tadi saya masih menemukan ruang belajar tak layak bahkan belajar di mushola sekolah. kondisi serba kekurangan ini juga terjadi disekolah terutama pada mobilernya karena sudah banyak yang rusak. Begitu juga dengan guru komite saya temukan mengajar dari tahun 2004 dan 2005,” pungkasnya. (myd)







Discussion about this post