SINARJAMBI.COM – Presiden RI Joko Widodo mengingatkan dampak global bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Diantaranya konflik perang dan perubahan iklim global. Hal ini disampaikannya pada pertemuan tahunan Bank Indonesia (BI) 2023 di Jakarta, Rabu (29/11/2023) malam.
Awalnya Joko Widodo bercerita alasan mengikuti pertemuan dengan beberapa negera belakangan ini. Salah satunya ingin lebih mengetahui perkembangan global secara langsung.
“Oleh karena itu dampak dari perang harus sama-sama Kita antisipasi. Begitu juga dengan dampak dari perubahan iklim,” ujarnya.
Joko Widodo mengungkapkan rasa optimis akan pertumbuhan perekonomian nasional. Namun demikian, Joko Widodo meminta harus tetap waspada dan hati-hati.
Terkait tahun politik, Joko Widodo juga menegaskan tidak perlu terlalu dikhawatirkan akan dampak kepada perekonomian. Pasalnya, Indonesia telah sangat berpengalaman dalam penyelenggaraan pemilu.
“Tidak perlu dikhawatirkan. Kita sudah berpengalaman pemilu, jadi perbedaan agak anget, panas, biasa. Perbedaan pilihan wajar saja. Karena yang kita tahu bangsa Indonesia cinta damai, bangsa Indonesia yang suka bersatu, bangsa yang harmonis. Marilah kita bersatu untuk Indonesia maju,” tutup Joko Widodo.
Sebelumnya, Gubernur BI Fery Warjiyo mengungkapkan bahwa ketahanan perekonomian Indonesia dinilai cukup baik. Terutama di saat pandemi covid-19 lalu. Terlebih, dengan bergejolaknya situasi global. Salah satunya faktor keamanan yakni masih adanya konflik perang di Rusia dan Ukraina.
Terjaganya ketahanan perekonomian ini disyukuri Gubernur Indonesia Fery Warjiyo. Optimisme pertumbuhan ekonomi diungkapkannya.
“Alhamdulillah kita bersyukur ekonomi dengan sinergi semua, ekonomi Kita bisa bertahan terutama dari pandemi covid-19. Insya Allah akan menunjukkan ketahanan dan kebangkitan pertumbuhan ekonomi akan cukup tinggi mencapai 4,7% sampai 5,5% pada tahun 2024 dan meningkat 4,8% sampai 5,6% pada 2025, salah satu tertinggi di dunia.”
“Kita harus bersyukur apa yang kita capai tapi kita harus tetap waspada melihat ke depan, dunia belum akan ramah pada tahun 2024. Kita harus tetap optimis melangkah ke depan, penuh keyakinan dengan satu semangat sinergi,” ujar Fery Warjiyo.
Mengangkat tema “Sinergi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Ekonomi Nasional”, pertemuan tahunan juga diikuti Kantor Perwakilan BI provinsi Jambi secara virtual dari hotel BW.
Ditambahkan Fery Warjiyo, pihaknya merasa bersyukur dapat turut mengawal perekonomian nasional dari ancaman krisis karena covid serta menjaga ketahanan dari gejolak global. Dimana, BI berkontribusi nyata bagi perekonomian nasional sesuai visi dan budaya kerja “Aku Bangga BI Bermakna”.
“Kami akan terus turut mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Prospek ekonomi di tahun 2024 akan menunjukkan ketahanan dan kebangkitan di tengah gejolak global yang masih akan berlanjut. Optimis dan tetap waspada. Kuncinya sinergi, bauran kebijakan ekonomi nasional. Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah, KSSK, DPR RI dan berbagai pihak,” tutup Fery Warjiyo. (Lan)







Discussion about this post