SINARJAMBI.COM – Hari ini, pencarian kapal KM Sumber Daya memasuki hari kelima. Tim SAR gabungan masih belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal KM Sumber Daya yang hilang kontak diduga cuaca buruk di perairan Pulau Berhala, Tanjabtim, tanggal 10 Maret 2022 lalu.
Dikatakan kepala Basarnas Jambi Abdul Malik, pihaknya telah menggali informasi dari salah seorang ABK yang selamat yakni Aloy.
Dari cerita Aloy, Ia bersama dua rekannya terjun ke laut menggunakan jaket pelampung sesaat setelah kapal rute Nipah tujuan Batam itu tenggelam.
“Untuk hari kelima ini, hasil pendalaman dan evaluasi terhadap korban yang diselamatkan oleh nelayan Sungsang yaitu Aloy, sampai pukul 14.00 wib kita sudah mendapat informasi dari beliau bahwa kapal tenggelam.”
“Dan 3 POB yang di atas kapal menyelamatkan diri dengan menggunakan pelampung,” jelas Abdul Malik dalam video yang dirilis humas Basarnas Jambi, Selasa (15/3/2022).
Masih cerita dari Aloy, bahwa kapal nahas yang membawa 62 ton kelapa itu kemasukan air di kamar mesin. Kemudian air semakin memenuhi kamar mesin dan kapal tidak bisa lagi digerakkan.
“Akhirnya kapal tenggelam dan mereka keluar dari kapal tersebut. Untuk rencana pencarian besok hari, Kita sudah berkoordinasi dengan Ditpolair menurunkan alat sonar untuk mendeteksi kapal tersebut. Dan juga alat sonar dari Basarnas akan diturunkan,” jelas Abdul Malik.

Abdul Malik pun menyampaikan kendala yang dihadapi tim SAR gabungan dalam melakukan pencarian. Selain cuaca yang tidak menentu, gelombang laut yang cukup tinggi sedikit menyulitkan.
Selain itu, tidak ada tanda-tanda muatan ataupun barang-barang pada kapal KM Sumber Daya yang mengapung di permukaan laut. Termasuk tumpahan minyak kapal.
“Kendala yang kami hadapi adalah titik terangnya dari permukaan laut itu tidak ada dijumpai bahan-bahan dari kapal Sumber Daya tersebut.”
“Baik itu kelapa yang diangkut oleh kapal tersebut, maupun tumpahan minyak dari kapal Sumber Daya,” pungkas pria bersahaja ini. (Rolan)







Discussion about this post