SINARJAMBI.COM – Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2021 secara resmi ditutup Selasa (2/11/2021). Deputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Sardjito mengatakan, selama pelaksanaan bulan inklusi keuangan tahun 2021 telah dilakukan 2.183 kegiatan di seluruh wilayah Indonesia dengan total sebanyak 1.348.488 peserta.
Kegiatan yang dilaksanakan, tambah Sardjito yakni meliputi sosialisasi secara terbuka untuk daerah zona hijau ataupun virtual melalui webinar, pameran virtual secara offline dan online, pembukaan rekening penyaluran kredit, pembiayaan mikro, bisnis matching, pengukuhan tim akses percepatan keuangan daerah dan publikasi program literasi OJK secara masif.
Selama satu bulan pelaksanaan BIK, muncul angka-angka luar biasa terkait partisipasi masyarakat.
“Hasil capaian transaksi produk layanan Jasa Keuangan selama bulan inklusi keuangan sebagai berikut untuk perbankan terdapat pembukaan 2.008.165 rekening baru dan penyaluran kredit pembiayaan sebanyak 168.370 debitur selama bulan inklusi keuangan. Alhamdulillah luar biasa.”
“Untuk asuransi, pembukaan polis asuransi sebanyak 93.683 polis. Bagaimana dengan pasar modal. Pasar modal membuka rekeningnya 330.000. Untuk perusahaan pembiayaan, penyaluran pembiayaan kepada 633.142 debitur. Bagaimana dengan pegadaian, pembukaan rekeningnya Pegadaian cukup banyak 15168 rekening, pembukaan akun sebanyak 58.452 akun. Pada acara hari ini akan dilakukan simpel award sebagai apresiasi para peserta,” ujar Sardjito via live channel YouTube OJK yang diikuti sinarjambi.com, Selasa (2/11/2021) siang.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada seluruh lembaga jasa keuangan, kementrian/lembaga, Pemda, kantor regional dan kantor OJK di seluruh daerah yang menyukseskan BIK tahun 2021.
Diketahui, BIK dilaksanakan satu bulan penuh di Oktober setiap tahun secara rutin.

Di kesempatan yang sama, anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, Tirta Segara mengatakan tingkat inklusi keuangan di Indonesia sudah cukup tinggi yaitu sekitar 76% di tahun 2019.
Namun demikian tingkat inklusi keuangan tersebut, kata Tirta Segara masih belum merata. Dimana, akses keuangan di wilayah perkotaan telah mencapai 84%, jauh lebih tinggi daripada di wilayah pedesaan yang hanya 69%.
Sayangnya tingginya tingkat inklusi, tambah Tirta Segara tidak diikuti dengan tingkat pemahaman masyarakat dimana tingkat literasi keuangan secara nasional masih relatif rendah yaitu hanya sekitar 38% pada tahun 2019.
“Oleh karena itu segala upaya untuk mengakselerasi inklusi keuangan yang merata dan menjangkau seluruh masyarakat yang dibarengi dengan upaya peningkatan literasi keuangan menjadi sangat penting dan strategis.,” ujar Tirta Segara.
“Seluruh pemangku kepentingan di sektor keuangan baik pemerintah daerah, OJK, Bank Indonesia maupun industri jasa keuangan ditantang untuk bersinergi dalam menyediakan layanan keuangan yang paling tidak memiliki tiga karakteristik.”
“Yaitu aksesibel atau mudah diakses, fleksibel bisa menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan yang ketiga adalah dengan biaya yang murah,” jelas Tirta Segara.
Disadari Tirta Segara, upaya dalam peningkatan inklusi keuangan tidak dapat dilakukan sendiri oleh OJK saja. Semua pihak perlu bergandengan tangan dan melangkah bersama, untuk memastikan tersedianya akses bagi masyarakat terhadap berbagai produk dan layanan keuangan formal yang sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat serta cepat dan biayanya terjangkau.
“Kegiatan bulan inklusi keuangan 2021 tidak akan terlaksana dengan baik tanpa adanya dukungan dan kerjasama yang solid dari bapak ibu semua yang hadir pada saat ini. Oleh karena itu sekali lagi perkenankan kami menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, serta berpartisipasi aktif pada pelaksanaan bulan inklusi keuangan tahun 2021.”
“Terutama kepada kementerian/lembaga terkait, para kepala daerah, kepala kantor regional dan kantor OJK dan seluruh stakeholder di daerah. Saya juga ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh lembaga Jasa Keuangan mulai dari jasa sektor perbankan, pasar modal, perasuransian, Pegadaian, pembiayaan dana pensiun dan finansial teknologi serta tidak ketinggalan penyedia e-commerce,” ujarnya. (Rolan)







Discussion about this post