SINARJAMBI.COM – Proyek rehabilitas jalan di dua desa yakni desa Sungai Baung dan desa Bajubang Laut kecamatan Muarabulian kabupaten Batanghari, jadi sorotan anggota DPRD Batanghari.
Sebagai wakil rakyat, anggota dewan mempertanyakan mutu aspal pada proyek tersebut. Pasalnya, banyak pengaduan dari warga di dua desa itu, tentang kualitas jalan yang dibangun oleh pihak rekanan yang dinilai kurang memuaskan.
Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi III DPRD Batanghari Quswaini yang akrab di sapa paman Win. Selaku anggota Dewan, dirinya meminta agar pihak rekanan menjaga mutu aspal dan bekerja dengan benar sesuai Spek.
“Seperti patching (tampal sulam) jalan yang tempo hari dikabarkan rusak agar segera diperbaiki. Kami juga minta kepada konsultan pengawas dan pihak dinas terkait, agar lebih extra mengawasi pekerjaan tersebut,” ujarnya.
Dewan juga akan melakukan sidak di lokasi proyek rehabilitas jalan. “Dalam watu dekat ini kita akan lakukan sidak guna memantau pekerjaan rehabilitas jalan di dua desa tersebut,” kata M Quswaini anggota DPRD Batanghari saat dikonfirmasi di ruang Komisi III Selasa (28/9/2021).
Lebih jauh dikatakannya, jalan tersebut merupakan akses satu-satunya masyarakat sekitar. Untuk itu agar pihak rekanan yang telah menangkan tender proyek tersebut tidak kerja asal jadi. Namun tetap jaga mutu aspal dan kelayakannya.
“Sebelum melakukan sidak ke lokasi proyek jalan, kita akan segera panggil OPD terkait dan pihak rekanan. Kita akan mempertanyakan kenapa, patching jalan rusak sebelum 24 jam. Artinya, mutu kelayakan aspal kemungkinan besar sangat kurang,” kesal Quswaini.
Kepada konsultan pengawas, sambungnya, jangan sepelehkan tugas saat berada dilapangan. “Iya, konsultan pengawas sudah ada anggaran untuk mengawasi pekerjaan tersebut. Jangan asal berdiri saja di lokasi pekerjaan, tapi jalankan tupoksi dan tanggung jawab sebagai pengawas,” tutupnya.
Untuk diketahui, sebagai pelaksana pengerjaan rehabilitas jalan di dua desa tersebut dikerjakan oleh CV Aldo Putra Jambi. Sesuai nilai kontrak, rehabiltas jalan tersebut dianggarkan Rp 5 Miliar lebih yang bersumber dari dana APBD kabupaten Batanghari tahun 2021. (Afr)







Discussion about this post