SINARJAMBI.COM – Menyambut forum berskala Nasional, Healthy Cities Summit (HCS) ke-7 Tahun 2026 yang akan dilangsungkan di Kota Jambi, Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi mulai mematangkan persiapan kegiatan tersebut, dengan melakukan Rapat Koordinasi (Rakor) yang dipimpin secara
langsung oleh Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M, pada Senin (13/04/2026), bertempat di Aula Bapperida Kota Jambi.
Rapat tersebut turut dihadiri oleh Ketua Forum Kota Jambi Sehat (FKJS). Dr. dr. Hj. Nadiyah, Sp.0G, Sekretaris Daerah Kota Jambi Drs. H. A. Ridwan, M.Si, Ketua Panitia HCS Dr. H. Jaelani, SH., MH, Kepala Dinas Kesehatan Kota Jambi Dr. dr. Elvi Roza, M.Kes, serta Kepala Bapperida Suhendri, SH., M.Si bersama jajaran OPD terkait. Forum berskala nasional yang direncanakan akan berlangsung pada bulan September / Oktober tahun ini akan mengusung tema “Health City: Green, Smart, Resilient and Happiness”.
Rapat persiapan Health Cities Summit (HCS) ke-7 digelar sebagai langkah awal memastikan kesiapan Jambi menjadi tuan rumah. Sekaligus menjadi
forum strategis untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan kota yang sehat, aman, dan berkelanjutan.
Healthy Cities Summit merupakan forum dua tahunan yang menjadi ajang berbagi inovasi dan praktik terbaik antar daerah dalam pembangunan kota berbasis kesehatan. Penunjukan Kota Jambi sebagai tuan rumah tidak terlepas dari berbagai capaian yang telah diraih, di antaranya penghargaan Swasti Saba Wistara dan STBM Award 2025.
Dalam keterangannya, Wali Kota Maulana
menyampaikan bahwa rapat ini merupakan langkah awal dalam mempersiapkan Kota Jambi sebagai tuan rumah ajang bergengsi tingkat Nasional bahkan Internasional tersebut.
“Kegiatan ini akan dihadiri ratusan Kabupaten/Kota se-lndonesia bahkan beberapa perwakilan Negara, sehingga memiliki skala internasional,” ujar
Maulana.
la memperkirakan akan ada lebih dari 2.000 peserta hadir, yang terdiri dari
Kementerian/Lembaga seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kemenko PMK, Kementerian Lingkungan Hidup, organisasi nasional, hingga perwakilan internasional seperti
WHO. Selain itu, seluruh Gubernur, Bupati/Wali Kota se-Indonesia, Akademisi, LSM, dan sektor swasta juga akan turut hadir ambil bagian.
Untuk menyukseskan penyelenggaraan,
Pemerintah Kota Jambi mengusung tiga komponen utama yang menjadi fokus dalam HCS 2026, yaitu:
1. Green (Lingkungan) Meliputi pengelolaan sampah dan limbah domestik, pengembangan TPA, IPAL komunal, program Kampung Bahagia
berbasis masyarakat, hingga sistem transfer depo.
2. Smart (Cerdas) Menampilkan inovasi teknologi seperti layanan darurat 112 serta pemasangan CCTV di seluruh RT sebagai bagian dari sistem keamanan terpadu berbasis teknologi.
3. Resilient (Tangguh) Menunjukkan kesiapsiagaan kota dalam menghadapi bencana melalui.peningkatan kapasitas Damkar, penanganan banjir, pembangunan drainase, hingga kesiapan
infrastruktur seperti kawasan Kajang Lako yang telah mencapai progres signifikan.
Selain itu, para peserta juga akan diajak mengikuti city tour ke berbagai destinasi unggulan Kota Jambi, mulai dari wisata kuliner kota Tua, Taman wisata danau Sipin, Banjuran budayo, fashion Batik,
sejarah, Talang gulo, hingga situs budaya seperti Candi Muaro Jambi yang menjadi daya tarik utama.
Wali Kota Maulana juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pelaku usaha, UMKM, sektor perhotelan, kuliner, hingga komunitas lokal untuk turut berpartisipasi aktif dalam menyukseskan acara ini.
“Kami mengajak seluruh masyarakat menjadi tuan rumah yang baik. Ini momentum besar untuk memperkenalkan Kota Jambi di tingkat nasional dan internasional, tegasnya.
Sementara itu, Ketua panitia, Jaelani menekankan, keberhasilan program kota sehat sangat bergantung pada komitmen pimpinan daerah, dukungan lintas sektor, serta partisipasi aktif masyarakat.
Menurutnya, Kota Jambi telah menunjukkan capaian positif melalui kolaborasi yang solid antara Pemerintah dan berbagai pihak.
“Selain kepemimpinan yang kuat, peran
masyarakat sebagai aktor utama juga sangat penting. Edukasi tentang pola hidup sehat terus dilakukan mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan kerja,” jelas Jaelani. (*)






Discussion about this post