Ruang Isolasi Covid-19 Nyaris Penuh, Ini Alternatif yang Disiapkan Pemprov Jambi

Minggu, 27 September 2020

Johansyah.
Johansyah. ()

sinarjambi.com - Jumlah warga Provinsi Jambi yang terkonfirmasi virus corona alias covid-19 terus meningkat tajam. Imbasnya, daya tampung ruang isolasi bagi para pasien saat ini nyaris penuh.

Untuk itu, pemerintah provinsi (pemprov) Jambi akan menyiapkan tempat isolasi yang baru.

Juru bicara gugus tugas percepatan penanganan covid 19 Provinsi Jambi, Johansyah membenarkan rencana tersebut.

Menurutnya, penambahan ruang isolasi akan memprioritaskan untuk kasus orang tanpa gejala (OTG). Pasalnya, OTG penyumbang terbanyak penyebaran covid-19.

"Jadi gini, tempat isolasi mandiri yang untuk kasus OTG saat ini Bapelkes (Pijoan) kan sudah penuh ya. Ada 50 tempat tidur itu sudah penuh."

"Dan kita alternatif pertama yang sudah kita siapkan di LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan). Namun kita kan harus komunikasikan dengan RT setempat, karena RT setempat kemarin menyetujui ruang isolasi, tapi hanya untuk nakes yang bertugas menangani pasien covid. Bukan pasien OTG," jelas Johansyah saat dikonfirmasi sinarjambi.com via telepon selular, Minggu (28/9/2020).

Ditambahkannya, penyiapan lokasi baru ini sebagai antisipasi jika penambahan pasien covid-19 terus terjadi.

"Yang kedua alternatif berikutnya di asrama haji, akan kita komunikasikan dengan Kemenag untuk tempat isolasi tambahan dan yang berikutnya di BPSDM provinsi Jambi."

"Cuma kita akan berkomunikasi dengan ketua RT dan Lurah di sekitar lokasi tempat tersebut. Jangan sampai nanti itu jadi konflik. Alternatif lain kita carikan tempat-tempat gedung provinsi yang ada di luar kota seperti gedung RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Pondok Meja)."

"Namun dengan kondisi penambahan di luar tempat yang tidak ada tenaga nakes, yang tentunya kita akan mencari solusi pertama untuk penambahan tenaga kesehatan di lokasi-lokasi baru," ujar Johansyah.

Menariknya, diwacanakan juga menjadikan RS Raden Mattaher sebagai rumah sakit khusus covid-19.

Berkaca dengan beberapa provinsi lain yang telah menyiapkan rumah sakit khusus pasien covid-19, wacana ini tentu akan mendukung percepatan penanganan pandemi ini.

"Alternatif lain, ini lagi didiskusikan bagaimana seandainya memang rumah sakit Raden Mattaher itu akan kita khususkan untuk penanganan covid. Jadi tidak melayani pasien umum. Artinya ini masih dalam wacana ya."

"Memang berdasarkan arahan Kemendagri kemarin ketika kunjungan ke Jambi, memang Jambi belum ada punya rumah sakit yang khusus penanganan covid."

"Kalau seandainya memang rumah sakit Raden Mattaher jadi direkomendasikan merupakan rumah sakit khusus penanganan covid, Saya rasa kapasitas (jumlah) tempat tidur cukup memadai," jelas Johansyah yang juga Karo Humas dan Protokol Setda provinsi Jambi.

Selain tempat yang disebutkan Johansyah di atas, pemprov Jambi juga akan menyiapkan gedung milik provinsi Jambi yang ada di kabupaten/kota.

Diketahui, jumlah warga provinsi Jambi yang terkonfirmasi positif covid-19 sampai tanggal 27 September 2020 ada sebanyak 425.

Sementara pasien positif covid-19 yang dinyatakan sembuh tercatat 263 dan angka kematian 9 kasus. (Rolan)





BERITA BERIKUTNYA
loading...