SINARJAMBI.COM – Beny Setiawan selaku ketua Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Provinsi Jambi menegaskan komitmen pihaknya meningkatkan digitalisasi perbankan, khususnya di Jambi.
Dimana, tren masyarakat semakin melek teknologi dalam bertransaksi. Terlebih, bagi wilayah yang jauh dari kantor bank.
“Digitalisasi ini menjadi driver utama pertumbuhan industri perbankan. Seperti yang mungkin kita ketahui bersama, perbankan Indonesia sekarang lagi berlomba-lomba juga untuk mengembangkan digitalisasinya.”
“Mulai dari m-banking, iBanking terus seperti yang kita sudah ketahui juga banyak sekali saat ini bank-bank digital yang mungkin teman-teman semua ketahui,” ujar Beny Setiawan di silaturahmi FK-IJK provinsi Jambi dengan insan pers di hotel Aston, Kamis (2/4/2026) pagi.
Hadir Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) provinsi Jambi Yann Iswara Rosya, Dirut Bank Jambi Khairul Suhairi, Ketua AAUI Jambi Amir Hamzah, Ketua Perbarindo Jambi PH.Manik, Kanwil Jasa Raharja Jambi AAN Agung Abimanyu dan Ketua APPI yang diwakilkan oleh Abbas.
Namun seiring berkembangnya teknologi informasi, selain manfaat yang didapatkan juga ada tantangan yang mengintai perbankan.
Dirinya memaparkan manfaat utama dari digitalisasi perbankan yakni adanya efisiensi operasional meningkat (cost-to-income ratio menurun), peningkatan akses layanan keuangan (financial inclusion), Customer experiencce lebih baik (real-time, seamless) serta
penguatan decision-making berbasis data.
Namun seiring berkembangnya teknologi informasi, selain manfaat yang didapat, juga ada tantangan yang mengintai dari digitalisasi perbankan.
“Tantangan utamanya yakni adanya risiko cybersecurity dan fraud digital, kebutuhan investasi teknologi yang tinggi, gap kompetensi SDM digital serta regulasi yang harus adaptif terhadap inovasi,” jelas Beny Setiawan.
Ditambahkannya, arah strategis digitalisasi perbankan di Indonesia yakni penguatan digital ecosystem (open banking, API integration), pemanfaatan advanced analytics & Al (credit scoring, fraud detection), kolaborasi bank-fintech (perluasan akses pembiayaan),
penguatan cybersecurity (risk management berbasis teknologi) serta terakhir peningkatan kapabilitas SDM digital.
Benny Setiawan juga memaparkan fakta perubahan primer perilaku nasabah menuju pelayanan berbasis digital.
“Kalau kita lihat jumlah transaksi, baik itu yang datang ke cabang dan melalui ATM itu jumlahnya semakin lama semakin berkurang. Jadi perilaku nasabah saat ini juga melihat bagaimana caranya bertransaksi bisa lebih mudah. Terus bisa lebih nyaman juga dan cepat jadi alasan salah satunya.”
“Bank dituntut lebih agile, efisien dan costumer-centric. Seperti yang pak Yan (Kepala OJK Jambi) sudah sampaikan di depan, trust nasabah ini ya paling penting khususnya bagi kita di sisi perbankan.”
“Di luar itu juga kita langsung menyesuaikan sama kebutuhan dasar. Jadi kita akan harus terus berubah gitu kan, karena kebutuhannya juga terus berubah,” jelas Beny Setiawan. (Rolan)



Discussion about this post