SINARJAMBI.COM – Manajemen SKK Migas melakukan pemantauan operasional industri hulu migas di wilayah Papua dan Maluku. Kunjungan tersebut dilaksanakan mulai hari ini (20/12) hingga 2 hari ke depan di Sorong dan sekitarnya. Pada kegiatan tersebut, manajemen yang hadir adalah Sekretaris SKK Migas Shinta Damayanti dan Pengawas Internal Eko Indra Heri yang didampingi oleh Kepala Perwakilan SKK Migas Papua-Maluku (Pamalu), Kepala Divisi Program dan Komunikasi Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Manajemen Wilayah Kerja dan Strategi Biaya Dyah Anjarwati, Kepala Divisi Operasi dan Pemeliharaan Bambang Prayoga, Kepala UPP Tangguh Waras Budi Santosa beserta jajaran terkait.
Pada sambutan dan arahannya, sekretaris SKK Migas menyampaikan bahwa penambahan cadangan harus ditingkatkan melalui kegiatan eksplorasi, di kawasan Indonesia Timur memiliki potensi migas yang besar dan menjadi salah satu contributor utama untuk mencapai target 2030 yaitu produksi minyak 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan gas 12 miliar kaki kubik per hari (BSCFD). Oleh karenanya Pemerintah dan SKK Migas mendorong secara agresif kegiatan eksplorasi yang masif di wilayah ini untuk mendukung keberlanjutan produksi migas dimasa mendatang.
Meskipun potensi volume yang ada sangat besar, terdapat pula berbagai tantangan yang harus dapat diselesaikan yang harus diselesaikan untuk mendorong minat investasi di wilayah ini. Tantangan ini termasuk infrastruktur yang belum matang, kendala perizinan, hal terkait teknis dan lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, di 2024 SKK Migas telah menyiapkan serangkaian langkah strategis antara lain memperkuat kolaborasi dan kerjasama dengan para pemangku kepentingan di wilayah ini.
“Oleh karenanya peranan media sangat penting untuk dapat memberitakan secara obyektif dan sekaligus mendorong potensi migas yang ada di Kawasan Indonesia Timur dapat diketahui khalayak luas serta harapannya dapat digaungkan hingga ke investor global,” demikian SKK Migas dalam rilisnya dikutip, Kamis (21/12/2023).
Kegiatan kunjungan kerja tersebut diikuti pula media sebagai bagian dari kegiatan edukasi indusri hulu migas untuk melihat secara langsung operasional di lapangan, sehingga mendapatkan informasi yang lebih integratif dan komprehensif operasional hulu migas beserta tantangan yang ada di wilayah operasionalnya.
Potensi industri hulu migas di Indonesia bagian timur masih sangat menjanjikan. Pemerintah telah mendorong pemanfaatan potensi sumber daya alam, termasuk industri hulu migas di Indonesia Timur.
Baru-baru ini, Presiden Republik Indonesia telah meresmikan salah satu proyek strategis nasional (PSN) hulu migas yaitu Tangguh Train 3 pada tanggal 24 November 2023, yang memperkuat posisi Papua Barat sebagai pemasok gas nasional, karena dari Tangguh saja berkontribusi sekitar 30% dari produksi gas nasional yang mayoritas diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan gas domestik dan mendukung hilirisasi di sektor hulu migas.
Peranan hulu migas di Papua Barat semakin meningkat seiring dengan dilaksanakannya ground breaking proyek UCC Ubadari, Proyek AKM dan Blue Amonia sebagai rangkaian dari hilirisasi pemanfaatan gas di Papua Barat, sehingga akan terjadi integrasi dari hulu hingga hilir.
Tidak hanya melihat secara langsung kegiatan operasional industri hulu migas, pada kesempatan tersebutmedia juga diajak melihat kontribusi industri hulu migas bagi masyarakat sekitar, baik lingkungan, pengembangan perekonomian masyarakat sekitar, sumber daya manusia dan lainnya.
“Media juga mendapatkan kesempatan untuk melakukan diskusi secara langsung, sehingga potret industri hulu migas di Indonesia Timur, khususnya di Papua Barat dapat dipahami lebih utuh,” tutup SKK Migas. (*)





Discussion about this post