SINARJAMBI.COM – Inflasi di suatu daerah dipengaruhi oleh banyak faktor. Salah satunya terkait ketersediaan bahan pangan di daerah itu. Bahkan, tingginya curah hujan berpotensi mengganggu ketersediaan pasokan bahan pangan.
Di Jambi, tercatat ada beberapa komoditas bahan pangan yang masih bergantung pasokan dari luar provinsi Jambi. Bawang merah salah satunya.
Menyadari hal ini, kantor Bank Indonesia (BI) perwakilan provinsi Jambi akan terus berupaya mengurangi ketergantungan pasokan bahan pangan bawang merah dari luar provinsi Jambi.
Disampaikan Kepala Perwakilan BI provinsi Jambi, Suti Masniari Nasution bahwa pihaknya akan mengupayakan pembentukan pusat komoditi (Pusako).
“Kami dalam rangka bagaimana mengurangi ketergantungan dalam sisi supply, bagaimana supaya bisa diatasi, Kami baru saja balik dari Muara Bungo.”
“Dan rencana juga di Merangin, Jangkat kita akan jadikan sentral bawang merah, namanya pusat komoditi atau Pusako,” ujar Suti Masniari Nasution saat paparan di High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) kota Jambi di ruang pola kantor Walikota Jambi, Selasa (26/10/2021) pagi.
Minimnya pengembangan komoditas bawang merah di provinsi Jambi selalu menyumbang angka inflasi.
Untuk itu, kata Suti Masniari Nasution, di beberapa kondisi geografis Jambi sangat mendukung pengembangan pusat komoditi tersebut.
“Minimal satu komoditi yang ada yang kita upayakan di provinsi Jambi ini, untuk kita bisa mengurangi ketergantungan dari luar pulau,” tegasnya.
Sebelumnya, acara dibuka Wali Kota Jambi Sy Fasha. Selain Suti Masniari Nasution, tampil nara sumber lainnya yakni dosen Unja Prof Syamsurizal Tan dan Kepala Divre Bulog Jambi Defrizal.
Acara dipandu Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Jambi, A Ridwan. (Rolan)
Discussion about this post