SINARJAMBI.COM – Sekda Merangin Fajarman membuka diseminasi audit stunting dalam upaya percepatan penurunan angka stunting Kabupaten Merangin di aula Bappeda Merangin, Jumat (29/12/2023).
Dikatakan Sekda, Stunting merupakan permasalahan serius yang tidak hanya mempengaruhi tumbuh kembang fisik anak, tapi juga potensi kecerdasan yang produktivitas anak di masa depan nya.
‘’Untuk penurunan angka stunting ini Perlu sekali kita harus bekerja bersama-sama dengan Pihak Terkait agar untuk mengatasi masalah stunting ini dengan upaya yang berkelanjutan dan konfrehensip,’’ ujar Sekda Fajarman.
Pencegahan stunting ini lanjut Fajarman, bukan Terlihat hanya saat akan Pasca Pernikahan atau setelah menikah saja,Tetapi Pada saat hamil sampai pasca Melahirkan pun masih ditemukannya kasus kasus Seperti stunting ini Pada usia anak.
‘’Terima kasih kepada tim Pendamping penurunan stunting di desa-desa, kemudian bidan desa, yang telah bekerja ekstra Sekali di dalam Penanganan Penurunan angka stunting di desa-desa,Apa lagi Misalnya terlebih daerah terpencil,” ujar Fajarman.
Maka dari itu Fajarman mengatakan bahwasanya pendamping penurunan stunting di desa dan bidan desa diminta agar matanya lebih jeli melihat, terus telinga harus awas. Kalau mendengar ada permasalahan tentang stunting masyarakatnya, segera didata dan dilaporkan cepat biar ditangani.
“Pendamping penurunan stunting di desa dan bidan desa adalah merupakan ujung tombak kita dalam mempercepat Program Penurunan Angka stunting, jelas Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Merangin,” ujar Fajarman.
Pendamping penurunan stunting di desa dan Bidan desa tersebut harus mampu memberi Edukasi atau contoh yang baik jangan pula malah mereka yang nikah duluan sebelum cukup umur, sehingga tidak sesuai dengan beban tugas yang dia embannya,
Pada kesempatan itu, lanjut Sekda, akan mengajak anggota TPPS Merangin melakukan study tiru ke daerah lain dalam rangka penanganan, pencegahan dan penurunan angka stuntingnya.
‘’Kita juga sudah punya Program BAAS Bapak Asuh Anak Stunting. Dimana semua pihak diminta untuk terlibat langsung melakukan intervensi dan partisipasi dalam percepatan Penurunan angka stunting,” jelasnya.
BAAS, lanjut Sekda, hendaknya tidak fokus kepada anak yang menderita Stunting, tapi juga ibunya, sehingga bisa ibunya akan lebih serius lagi untuk mengurus anaknya terlepas dari kasus stunting dan anak bisa tumbuh kembang sehat. (Yendri)






Discussion about this post