HUBUNGI KAMI
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
No Result
View All Result
PARTNER
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM

Arif Satria Kepala BRIN: 2080 Kopi Hanya Tinggal Kenangan

Opini

Minggu, 23 November 2025
in OPINI
A A
Foto : ist

Foto : ist

ShareTweetSendCode

​A. Proyeksi Risiko Iklim dan Ancaman Komoditas Global

​Telah kita saksikan bahwa kopi, komoditas yang menghidupkan pagi dan mengiringi diskusi malam, kini menghadapi ancaman eksistensial yang nyata. Sebuah laporan yang mengejutkan dari Kepala BRIN, Prof. Arif Satria (2025), meramalkan bahwa pada tahun 2080, kopi yang kita kenal hari ini, hanya akan menjadi pajangan estetik dalam museum sejarah yang indah dan panjang.

​Mengapa prediksi ini begitu suram? Jawabannya terletak pada laju perubahan iklim yang masif dan tak terkendali. Kopi, terutama varietas Arabika yang sensitif, membutuhkan kondisi iklim yang sangat spesifik untuk tumbuh subur.

Peningkatan suhu global hanya beberapa derajat Celsius saja telah mempersempit area tanam yang ideal (Laderach et al., 2023), memaksa petani untuk beralih ke lahan yang lebih tinggi atau menghadapi penurunan drastis dalam kualitas dan hasil panen (Davis et al., 2021).

SekilasBerita

Analisis Strategis Daya Lenting Lahan dan Alokasi Spasial Komoditas Unggulan di Provinsi Jambi: Menuju Keseimbangan Ekosistem dan Ketahanan Ekonomi 2023–2043

Perlindungan Anak dari Eksploitasi Seksual di Lingkungan Pariwisata

Sejarah Raja Jambi dalam Lintasan Global: Perspektif Catatan Arab, Belanda, China, India, Inggris dan Portugis

Pertumbuhan, Transformasi dan Cara Keliru Membaca Pembangunan Daerah

Faktor lain yang mempercepat kepunahan ini adalah serangan hama dan penyakit yang makin resisten, seperti jamur karat daun (coffee rust) yang kian mengganas seiring perubahan pola cuaca (Jaramillo et al., 2022).

Singkatnya, bumi kian tidak ramah bagi “emas hitam” ini. Kita berada di titik krusial; akankah generasi mendatang hanya bisa membaca resep di buku sejarah, atau masih bisa menghirup aromanya?

​B. Sejarah Kopi dari Masa ke Masa dan Tokoh yang Menemukan

​Sejarah kopi adalah perjalanan panjang yang berawal dari legenda penggembala kambing Ethiopia bernama Kaldi sekitar abad ke-9 Masehi. Penemuan Kaldi yang memperhatikan kambingnya menjadi sangat aktif setelah memakan buah beri tertentu kemudian menyebar ke semenanjung Arab, di mana para sufi memanfaatkannya untuk membantu mereka tetap terjaga selama ritual doa malam (Farah, 2024).

​Dari Mekkah dan Kairo, “anggur Arab” ini mulai menyebar melalui jalur perdagangan ke Eropa pada abad ke-17. Di Eropa, kedai kopi lantas menjelma menjadi pusat intelektual, politik, dan komersial yang dikenal sebagai “Penny Universities” di London (Ellis, 2021). Kopi bukan sekadar minuman; ia adalah katalis bagi Revolusi Industri, pencerahan, dan pertukaran ide. Ekspansi kolonial Eropa juga turut berperan dalam penyebaran masif tanaman kopi ke seluruh dunia, termasuk Indonesia (Wintgens, 2020).

​C. Negara Penghasil Kopi Berkualitas dan Terbesar Dunia: Posisi Indonesia

​Saat ini, peta produksi kopi didominasi oleh segelintir negara. Brasil memegang tahta sebagai produsen terbesar secara volume, diikuti oleh Vietnam dan Kolombia. Namun, jika berbicara tentang kualitas, negara-negara yang menghasilkan varietas spesialti unggulan seperti; Ethiopia, Panama, dan Kolombia, kerap menjadi acuan global (Talbot, 2021).

​Lantas, bagaimana posisi Indonesia? Indonesia adalah raksasa yang patut diperhitungkan. Sebagai produsen Robusta terbesar kedua di dunia, kekuatan Indonesia terletak pada keragaman dan kekhasan geografisnya, menghasilkan kopi spesialti yang unik, seperti; Arabika Gayo, Mandailing, dan Toraja. Kopi Indonesia dihargai mahal karena faktor terroir dan proses pascapanen tradisionalnya. Namun, kita masih perlu meningkatkan standardisasi dan praktik berkelanjutan, seperti integrasi agroforestri, untuk memastikan kualitas dan volume panen yang stabil di tengah tantangan iklim (Wallen, 2024).

​D. Negara dan Masyarakat Pengopi Terbesar di Dunia: Harga Kopi Paling Mahal

​Paradoksnya, negara-negara produsen bukanlah konsumen terbesar. Data menunjukkan bahwa negara-negara Nordik seperti Finlandia dan Norwegia memiliki tingkat konsumsi per kapita tertinggi di dunia (Pardee, 2023). Mereka adalah masyarakat yang menjadikan kopi sebagai bagian tak terpisahkan dari budaya keseharian, dengan fokus pada kualitas dan keberlanjutan.

​Di sisi lain, harga kopi termahal di dunia mencerminkan kelangkaan ekstrem. Sementara Kopi Luwak dan Black Ivory sudah terkenal mahal, rekor harga per cangkir didominasi oleh biji langka dari pelelangan. Saat ini, kopi termahal di dunia per cangkir adalah varietas Panama Geisha, seperti Nido 7 Geisha. Sebuah kafe di Dubai baru-baru ini menjual secangkir kopi saring dari biji ini seharga hampir USD 1.000 (sekitar Rp 15 juta) (Sloane, 2023). Harga ini, yang setara dengan motor bekas di Indonesia, menunjukkan bagaimana kelangkaan dan narasi eksklusif mampu menaikkan nilai komoditas tersebut.

​E. Kopi Tahun 2080 Tinggal Kenangan: Hasil Riset Mutakhir

​Ramalan Prof. Arif Satria (2025) bukanlah sebuah fantasi belaka. Riset mutakhir dari The Royal Botanic Gardens, Kew (Davis, 2024) menguatkan temuan ini. Studi menunjukkan bahwa habitat alami kopi liar terancam punah hingga 60% dalam beberapa dekade mendatang (Davis et al., 2021). Pada tahun 2080, area tanam yang tersisa diprediksi hanya mampu memenuhi kurang dari sepertiga permintaan global.

​Lebih dari sekadar kelangkaan, ada isu kualitas. Peningkatan suhu tidak hanya mengurangi hasil panen tetapi juga mengubah profil rasa. Stres panas dan air yang meningkat di daerah dataran tinggi akan mengurangi pembentukan asam organik dan komponen aroma kompleks yang membuat kopi spesialti begitu diminati (Smith & Jones, 2025; Mueller, 2023). Para ilmuwan telah memetakan perubahan ini, menunjukkan bahwa tanpa intervensi genetik dan adaptasi masif (Bunn et al., 2020), “kopi” yang tersedia pada tahun 2080, adalah kopi hasil rekayasa laboratorium atau tiruan, jauh dari cita rasa otentik yang kita nikmati hari ini.

​F. Penutup

​Proyeksi bahwa kopi akan punah pada tahun 2080 adalah seruan darurat bagi kita semua, petani, konsumen, dan akademisi. Ini bukan hanya tentang hilangnya secangkir minuman, tetapi tentang keruntuhan ekosistem, hilangnya mata pencaharian jutaan petani, dan terkikisnya warisan budaya dunia (Taylor, 2022).

​Kita harus mengambil langkah nyata: menggalakkan praktik pertanian regeneratif dan agroforestri (Hunt et al., 2024), berinvestasi dalam penelitian varietas kopi yang tahan iklim, dan mendesak kebijakan iklim yang ambisius. Jika tidak, “emas hitam” ini benar-benar akan menjadi legenda yang diceritakan kepada cucu-cucu kita, yang hanya bisa membayangkan kenikmatan dari secangkir kopi sejati.

​Penulis : Prof. Dr. Mukhtar Latif, M.Pd.

(Ketua ICMI Orwil Jambi-Guru Besar UIN STS Jambi)

​

Previous Post

Wagub Sani Tutup MTQ ke-54 Provinsi Jambi: Tekankan Penguatan Syiar Al-Qura’n dan Pembangunan Berkarakter

Next Post

RDP Banggar DPRD Kota Jambi

Next Post
Foto : ist

RDP Banggar DPRD Kota Jambi

General Manager Zona 1, Hari Widodo, menyerahkan penghargaan kepada Polda Jambi sebagai bentuk pengakuan atas peran aktif dalam penggagalan aksi illegal tapping dan illegal drilling di sekitar jalur pipa PEP Jambi dan PHE Jambi Merang. (Foto : ist)

PHR Zona 1 Apresiasi Peran Aktif Polda Jambi Gagalkan Illegal Tapping dan Ilegal Drilling

Gubernur Al Haris: Kita Harus Komit, Jangan Ada Uang Negara Disalahgunakan. (Foto : ist)

Gubernur Al Haris: Kita Harus Komit, Jangan Ada Uang Negara Disalahgunakan

Foto : ist

OJK Sambut Kedatangan Ratu Maxima Untuk Memulai Agenda Kesehatan Finansial di Indonesia

Wali Kota Jambi Maulana. (Foto : ist)

Wali Kota Jambi Serahkan Bantuan Peralatan dan Sertifikat Halal Bagi Pelaku UMKM Tahun 2025

Discussion about this post

Pencarian

No Result
View All Result

Indeks

Februari 2026
MSSRKJS
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
« Jan    

KOLOM IKLAN

Cahaya Baru Masyarakat Jambi

© 2023 Sinar Jambi - Jalan Lingkar Selatan II, RT 28, Blok B-8, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • BERANDA
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN
  • REDAKSI
  • PERLINDUNGAN
  • DISCLAIMER

Media Sosial

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM