SINARJAMBI.COM – Suliyem Efendi resmi dilantik menjadi Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Merangin periode 2021-2026 oleh Hj Saniatul Lativa selaku Ketua KPPI Propinsi Jambi.
Dalam sambutannya Suliyem Efendi mengatakan, terima kasih atas kepercayaan Ketua KPPI Propinsi Jambi yang telah melantik dirinya.
“Saya siap mengibarkan bendera organisasi KPPI di seluruh penjuru Merangin,” katanya.
Masih dikatakannya, dengan hadirnya organisasi KPPI di Merangin ia berharap dapat merubah perpolitikan di Merangin. Karena hingga saat ini keterwakilan perempuan sangatlah minim, karena masih banyak yang minder berpolitik.
“Untuk itu saya ketua DPC KPPI Merangin berharap agar perempuan mau terlibat dalam politik. kita perempuan tidak bisa koderat nya saja, namun perempuan harus bisa berjuang sehingga nasibnya akan lebih baik dan berkontribusi dalam pembangunan daerah dan bangsa ini,” terangnya.
Dijelaskan Suliyem, sebagai beranggota perempuan dari lintas parpol pada hari ini ada 8 parpol yg bergabung dalam organisasi ini.
“Saya berkomitmen memberikan soisalisasi yang benar kepada perempuan di Merangin agar nantinya semakin banyak perempuan terlibat dan berkontribusi bagi pembangunan. Dan kita semua mengharapkan kerja sama yang baik dari pemerintah karena kita ingin bersinegri dengan pemerintah khususnsya Dinas Pemberdayaan Perempuan Anak. Kita harus membuat perempuam agar lebih mengerti tentang politik untuk memperjuangkan Hak perempuan,” tuturnya.
Selanjutnya Suliyem menyampaikan, semoga pelantikan ini bisa dijadikan momentum luar biasa karena KPPI organisasi yang memliki visi untuk menjadi unsur perekat perdamaian kesejukan dan kebersamaan bagi bangsa ini. Diharapkan lanjut Suliyem, kehidupan demokrasi yang adil dan menenangkan bagi masyarakat.
“Semuanya harus berawal dari motivasi dan niat sugguh dari setiap anggota KPPI. diharapkan perekat dan perdamaian dalam berpolitik. Saya dan kita pengurus yang dilantik mengharapkan Kabuaten Merangin model dari kabupaten lainnya. menjunjung tinggi kebinekaan bisa hidup dengan damai.”
“Saya rasa model kebinekaan dari desa bukan hanya dilakukan baru baru ini namun bisa dilakukan sejak dahulu dimana perempuan berjuang dalam memperebutkan kemerdekaan bangsa,” tutupnya. (myd)







Discussion about this post