SINARJAMBI.COM – Pandemi Covid-19 banyak memakan korban meninggal dunia. Tak terkecuali tenaga kesehatan. Di Jambi, tercatat ada 8 perawat yang wafat terpapar virus mematikan tersebut.
Ini terungkap saat pemberian santunan kepada ahli waris perawat yang wafat oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) kantor perwakilan Jambi saat vaksinasi HUT ke-44 Pasar Modal di EV Garden, Paal Merah, Senin (27/9/2021).
Dikatakan Ns Umar, S.Kep, M.K.M selaku ketua umum DPW Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Provinsi Jambi, bahwa yang gugur pertama kali adalah perawat asal Kerinci tanggal 23 Maret 2021.
Ucapan terimakasih pun disampaikannya kepada BEI perwakilan Jambi. Baginya, uang memang tidak bisa menggantikan nyawa.
Namun setidaknya, kata Umar, santunan yang diberikan merupakan perhatian pihak lain atas perjuangan pahlawan kesehatan provinsi Jambi ini.
“Pertama apresiasi dan terima kasih kami kepada pasar modal, OJK dan BEI Bursa Efek Indonesia cabang Jambi yang telah memberikan santunan ini. Ini adalah bentuk dari CSR mereka dan bentuk penghargaan.”
“Memang uang itu tidak bisa menggantikan yang meninggal, tetapi ini bentuk daripada keprihatinan mereka,” jelas Umar ditemui usai acara penyerahan santunan yang diterima salah seorang perwakilan ahli waris perawat.
Dari data yang diterima sinarjambi.com, selain perawat asal Kerinci, 7 perawat yang gugur lainnya yakni 4 perawat rumah sakit yang ada di kota Jambi, 2 perawat asal kabupaten Bungo dan satu lagi tidak bekerja.
Ke delapan perawat ini semuanya wafat di tahun 2021 ini. Terakhir tercatat yang wafat pada 28 Agustus 2021 lalu.
Santunan yang diterima ahli waris diminta Umar agar dimanfaatkan untuk kelangsungan pendidikan anak perawat yang wafat.
Sembari berharap agar santunan yang diberikan BEI cabang Jambi terus berkelanjutan.
“Harapan kami kepada keluarga, uang tersebut digunakan untuk beasiswa anak mereka. Baik yang kuliah, sekolah dan lain sebagainya. Pergunakanlah sebagaimana mestinya.”
“Kepada Bursa Efek Indonesia mudah-mudahan ini berkelanjutan,” tutup Umar. (Rolan)







Discussion about this post