SINARJAMBI.COM – Setelah sekian lama vakum dan tidak melaksanakan kegiatan, Taman Budaya Jambi kembali menggelar acara. Status daerah yang sudah mulai terkendali menjadi alasan dibolehkannya pagelaran dengan prokes ketat.
Membaca situasi ini, Taman Budaya Jambi langsung ambil kesempatan dengan mengadakan Festival Tradisi dan Pameran Lukisan Rekonstruksi pada Pekan Kebudayaan Daerah, yang dibuka secara resmi oleh Gubernur Jambi Al Haris, Kamis 23 September 2021.
Usai menyerahkan piagam Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) kepada beberapa seniman dari Jambi dan membuka acara secara resmi festival tradisi ini, Gubernur Jambi Al Haris langsung dipukau oleh tampilan peserta pertama dari Kabupaten Merangin.
Terlihat sesekali Gubernur menganggukkan kepala menyaksikan tampilan musik kalinong yang dimainkan oleh ibu-ibu dari Merangin. Bahkan Al Haris juga sempat mengabadikan pertunjukkan dengan smartphone miliknya.
Bicara seni tradisi kalinong, ini sesuatu yang menarik. Mengintip dari sinopsis tampilan Kalinong merupakan salah satu keragaman kesenian musik tradisi. Musik Kalinong ini tumbuh dan berkembang di Dusun Rumah Tuo, Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Tabir, Kabupaten Merangin yang sudah ada sekitar kurang lebih 300 tahun yang lalu.
Permainan musik kalinong berbentuk ensamble, yang terdiri dari kalinong, gendang, gong dan penyanyi. Kalinong tergolong alat musik Idiophone yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan sepasang kayu. Kalinong berbentuk bilahan yang terbuat dari besi yang berjumlah 5 buah dan setiap satuannya memiliki nada yang berbeda-beda.
Keunikan musik ini adalah pada notasi dan irama dimainkan, yang penggunaannya hanya untuk mengiringi lagu-lagu tertentu saja.Jika dilihat dari sudut pandang usia sebuah kebudayaan, keunikan yang dimilikinya memberi tempat khusus sebagai sebuah warisan budaya tak benda khas Jambi.
Musik kalinong sudah terdaftar sebagai warisan budaya tak benda nasional tahun 2016. Musik Kalinong digunakan sebagai sebuah hiburan bagi para petani yang hendak berladang (umo), yang dimainkan sebagai tanda dimulainya musim tanam. Pada banyak kesempatan, Musik Kalinong ternyata juga digunakan sebagai musik penyambutan tamu, dan upacara-upacara adat.
Kabid Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin Said Usman yang menjadi leader tim Merangin saat ditanya target menjawab singkat. “Kita fokus tampil maksimal, karena ini adalah seni tradisi yang ada sejak ratusan tahun lalu. Untuk target menang kita serahkan semua kepada tim penilai,” sebut Pria yang pernah menjadi Kepala SMA Negeri 12 Merangin ini.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin M.Zubir yang turut hadir mendampingi turut mengamini dan support. Mengingat peserta dari Merangin boleh dibilang sudah nenek-nenek.
“Kita dukung penuh, karena ini tradisi tua dan peserta kita juga rata-rata sudah nenek-nenek. Soal juara kita serahkan pada tim penilai,” tutup Zubir.
Untuk diketahui, pemenang pada lomba ini akan menjadi wakil Provinsi Jambi pada ajang Pekan Kebudayaan Nasional nantinya.(myd)







Discussion about this post