SINARJAMBI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi menggelar Dialog Publik terkait transformasi tata kelola persampahan di Kota Jambi di Aula Griya Mayang, Rumah Dinas Wali Kota Jambi, Sabtu (13/6/2026).
Forum terbuka ini dihadiri langsung Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, serta Ketua DPRD Kota Jambi Kemas Faried Alfarelly, bersama unsur Forkopimda Kota Jambi.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar lingkungan, di antaranya Rektor Universitas Jambi Prof. Dr. Helmi, Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, serta Pakar Lingkungan Universitas Jambi Prof. Ir. Rosyani.
Pemkot Jambi membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi berbagai elemen masyarakat yang hadir, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, insan pers, LSM, mahasiswa, pegiat lingkungan, hingga Forum Ketua RT Kota Jambi.
Dialog publik ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Jambi di bawah kepemimpinan Maulana–Diza dalam menjaring masukan terhadap kebijakan transformasi pengelolaan sampah, khususnya program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) serta penataan dan penutupan Tempat Pembuangan Sementara (TPS).
Dalam pemaparannya, Wali Kota Jambi Maulana menjelaskan bahwa OPBM merupakan bagian dari implementasi program Kampung Bahagia yang mengacu pada Rencana Induk Pengelolaan Sampah (RIPS) Kota Jambi 2025–2045. Kebijakan ini diarahkan untuk mewujudkan sistem pengelolaan sampah yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan.
Maulana menegaskan bahwa secara umum masyarakat mendukung arah kebijakan tersebut, meski masih terdapat sejumlah catatan yang perlu dievaluasi, terutama terkait mekanisme iuran, sosialisasi, serta transparansi pelaksanaan di lapangan.
“Secara garis besar masyarakat mendukung, namun ada hal-hal yang perlu dievaluasi bersama, seperti iuran, sosialisasi, dan mekanisme yang harus lebih transparan. Semua masukan ini akan menjadi bahan perbaikan,” ujarnya. (*)







Discussion about this post