SINARJAMBI.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi terus mendorong penguatan pemahaman dan implementasi Hak Asasi Manusia (HAM) di tengah masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat Kota Jambi bertema “Membangun Kesadaran dan Tanggung Jawab Bersama dalam Perspektif HAM Menuju Kota Jambi Bahagia” yang digelar pada Rabu (24/6/2026).
Kegiatan itu diikuti berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perangkat kelurahan, hingga para pemangku kepentingan yang berperan dalam membangun budaya penghormatan terhadap HAM di Kota Jambi.
Dalam sambutannya, Wali Kota Jambi Maulana menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter serta kesadaran masyarakat terhadap hak dan kewajiban sebagai warga negara.
Menurutnya, pemahaman HAM perlu menjadi bagian dari budaya masyarakat. Dengan memahami hak yang dimiliki, masyarakat juga akan menyadari tanggung jawab yang harus dijalankan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Ketika masyarakat memahami haknya, maka pada saat yang sama mereka juga memahami tanggung jawabnya. Kesadaran inilah yang akan melahirkan lingkungan yang harmonis, saling menghormati, dan mendukung terwujudnya Kota Jambi Bahagia,” ujarnya.
Maulana yang memimpin Kota Jambi bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha untuk periode 2025–2030 itu mengatakan, berbagai program yang dijalankan Pemkot Jambi pada dasarnya bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan, ketertiban, dan kualitas hidup bersama.
Salah satu program yang menjadi perhatian saat ini adalah pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Program tersebut tidak hanya ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.
“Persoalan sampah bukan hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab seluruh masyarakat. Ketika masyarakat memiliki kesadaran untuk memilah, mengelola, dan membuang sampah pada tempatnya, maka kita sedang membangun budaya yang menghargai hak orang lain untuk hidup di lingkungan yang sehat dan nyaman,” katanya. (*)







Discussion about this post