SINARJAMBI.COM – Akselerasi memajukan ekonomi syariah secara konsisten dan berkelanjutan dilakukan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jambi. Salah satunya lewat agenda rutin yakni Semarak Ekonomi dan Keuangan Syariah Negeri Jambi (SIGINJAI) Fest 2026 yang digelar di Atrium Mall Jamtos, Rabu (29/4/2026) siang.
SIGINJAI Fest 2026 yang akan berlangsung selama lima hari ini, dibuka Gubernur Jambi DR Al Haris secara bersama-sama dengan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi Tedy Arief Budiman, Kepala OJK Jambi Yan Iswara Rosya dan lainnya dengan memukul alat musik Kulintang Jolo.
Dikatakan Al Haris, lewat SIGINJAI Fest 2026 salah satu ikhtiar untuk membumikan Syariah di Jambi. Ia sangat bangga dengan kehadiran SIGINJAI Fest 2026 memajukan ekonomi Indonesia yang dilakukan kantor perwakilan BI Jambi.
“Ekonomi dan keuangan syariah memiliki peranan yang sangat penting, strategis dan fundamental bagi pembangunan daerah maupun nasional. Ekonomi dan keuangan Syariah bukan hanya standar alternatif sistem ekonomi, tetapi telah berkembang menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif berkeadilan dan berkelanjutan,” ujar Al Haris.
Karena ekonomi itu tumbuh, tambah Al Haris, dari sumbangan semua sektor yang semua punya peran sama yakni ikut membangun ekonomi Indonesia. Sehingga ekonomi negara akan tumbuh dengan baik dan semua sektor tentu akan mendapatkan nilai-nilai ataupun sesuatu yang bernilai bagi masyarakat.
“Perkembangan dunia usaha ini, khususnya UMKM, ini juga tentunya perlu dukungan daripada teman-teman dari komite daerah ekonomi syariah. Ini penting sekali, kalau tidak demikian sulit mereka untuk berkembang.”
“Nah tugas kita ini semuanya ikut bersama-sama mengembangkan ekonomi syariah melalui festival pada hari ini. Terima kasih kepada Bank Indonesia yang selalu hadir bersama kami di mana saja.”
“Bank Indonesia hari ini tidak lagi bicara soal ekonomi moneter, tetapi juga bicara bagaimana meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Termasuk membantu pemerintah juga. Mereka sudah langsung terlibat di masyarakat. Terima kasih juga Bank Jambi dan Bank-bank lainnya.”
“Mudah-mudahan festival ini memberikan dampak positif dalam rangka memajukan ekonomi Jambi, yang juga akan mendukung meningkatnya pertumbuhan ekonomi 8% ekonomi Indonesia,” jelas Al Haris.
“Target presiden Prabowo harus tumbuh di angka 8%, itu adalah akumulasi dari pada ekonomi di Indonesia, sumbangan dari semua provinsi di Indonesia. Perlu kerjasama yang keras. Hari ini (pertumbuhan ekonomi) kita (provinsi Jambi) baru mencapai 4,93%, ke depan kita harap sudah bisa melebihi angka 5%. Itu Harapan Kita,” pungkas Gubernur Jambi.
Sebelumnya, Tedy Arief Budiman menegaskan bahwa SIGINJAI Fest 2026 ini merupakan salah satu event Bank Indonesia Jambi untuk mengembangkan UMKM, serta pelaku ekonomi Syariah di provinsi Jambi.
“Rangkaian kegiatan ini merupakan salah satu ikhtiar Bank Indonesia untuk berperan sebagai hamzah washal yang kami maknai sebagai perantara atau penyambung, fasilitator dalam kolaborasi menggerakkan ekonomi keuangan syariah dengan lembaga vertikal, otoritas, OPD, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, komunitas dan pondok-pondok pesantren di provinsi Jambi,” jelas Tedy Arief Budiman.
SIGINJAI Fest 2026 mengangkat tema ‘Akselerasi pertumbuhan ekonomi dan keuangan syariah regional berkelanjutan melalui sinergi dan transformasi digital’. Kegiatan yang menggambarkan kekayaan potensi keuangan syariah di Jambi ini akan diikuti oleh 77 UMKM dan pelaku usaha syariah.
Diantaranya 26 peserta kategori makanan dan minuman, 27 peserta kategori wastra, 16 kategori komoditas kopi unggulan Jambi.
“Sebagai upaya penguatan keuangan syariah, diselenggarakan pameran penggerakan ekonomi keuangan syariah yang menghadirkan industri jasa keuangan atau IJK melalui sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan atau OJK serta lembaga lain,” jelas Tedy Arief Budiman.
Selama 5 hari SIGINJAI Fest 2026 juga ada talk show yang menghadirkan para pakar pelaku industri, hingga tokoh muda yang memberikan inspirasi dan wawasan tentang berbagai topik untuk meningkatkan literasi masyarakat mengenai ekonomi dan keuangan syariah.
Seperti penguatan ekosistem generasi muda muslim, kemudian ada strategi pengembangan mode fashion dan akan ada bedah buku untuk memperkuat kapasitas UMKM dan pelaku usaha syariah.
BI Jambi juga melakukan pendampingan dan fasilitasi dengan badan serta pelaku usaha syariah makanan dan minuman, yang bekerja sama dengan badan pengawas jaminan produk halal.
“Yang kedua, akan mengadakan inisiasi lahirnya zona kuliner halal aman dan sehat di cluster pendidikan, yang ini menjadikan pertama di seluruh Indonesia bekerja sama dengan yayasan Al-falah. Ketiga meningkatkan kemampuan juru sembelih halal Provinsi Jambi.”
“Untuk perkembangan perekonomian di Jambi dibutuhkan sinergi oleh berbagai usaha, oleh karena itu Bank Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen ekosistem terkait, mendorong ekonomi keuangan syariah agar semakin dekat dengan masyarakat.”
“Dapat memberikan inspirasi sekaligus menjadi energi positif bagi kita untuk terus bergerak mewujudkan Jambi MANTAP, berdaya, berkelanjutan di bawah Rida Allah subhanahu wa ta’ala,” pungkas Tedy Arief Budiman. (Rolan)







Discussion about this post