HUBUNGI KAMI
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
No Result
View All Result
PARTNER
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM

Mangrove : Ekonomi Biru dan Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

OPINI

Kamis, 23 April 2026
in OPINI
A A
Foto : ist

Foto : ist

ShareTweetSendCode

Mangrove tumbuh di wilayah pesisir, terutama di daerah berlumpur yang terkena pasang surut air laut. Meskipun terlihat sederhana, mangrove memiliki peran yang sangat penting bagi lingkungan dan kehidupan manusia, khususnya masyarakat pesisir. Mangrove berfungsi sebagai pelindung alami pantai dari abrasi, gelombang besar, bahkan tsunami.

Selain itu, mangrove menjadi habitat berbagai jenis ikan, udang, dan kepiting. Keunikan mangrove terletak pada kemampuannya bertahan di lingkungan yang ekstrem, seperti air asin, tanah berlumpur, dan kondisi pasang surut yang terus berubah. Akar mangrove yang kuat dan kompleks membuatnya mampu menahan tanah agar tidak mudah terkikis.

Oleh karena itu, mangrove sering disebut sebagai “benteng alami” wilayah pesisir. Di sisi lain, mangrove memiliki peran penting dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Mangrove mampu menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah besar, bahkan lebih tinggi dibandingkan hutan daratan.

Hal tersebut menjadikan mangrove bagian penting dalam konsep Ekonomi Biru, yaitu pembangunan ekonomi yang tetap menjaga kelestarian lingkungan laut dan pesisir.

SekilasBerita

Anggaran, Efisiensi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Jaringan Bukan Mesin, Kemungkinan Bukan Bukti

Salah Kaprah Membaca Moratorium PKS sebagai Anti-Hilirisasi

Hotspot Terdeteksi, Firespot Tidak Ditemukan: Memahami Perbedaan Keduanya dalam Penanganan Karhutla

Provinsi Jambi memiliki luas mangrove sekitar 12.583 hektare. Dari jumlah tersebut, sebagian besar berada di Tanjung Jabung Timur (80%), sedangkan sisanya berada di Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Terdapat sekitar 77% mangrove berada dalam kondisi baik, namun sekitar 22% lainnya mengalami kerusakan berat.

Hal ini mengindikasikan bahwa ekosistem mangrove di Jambi sedang menghadapi tekanan yang cukup serius. Kerusakan mangrove disebabkan oleh beberapa faktor, seperti abrasi pantai, penebangan, alih fungsi lahan menjadi tambak, dan dampak pembangunan permukiman.

Abrasi pantai menjadi masalah utama karena terjadi ketidakseimbangan antara proses alam dan perlindungan vegetasi mangrove. Jika kondisi ini terus berlanjut, maka risiko bencana di wilayah pesisir akan semakin meningkat.

Mangrove memiliki banyak manfaat, baik dari aspek lingkungan maupun ekonomi. Aspek lingkungan misalnya, mangrove berfungsi sebagai pelindung pantai. Hutan mangrove dapat mengurangi energi gelombang laut hingga 50–99%, sehingga mampu melindungi daratan dari kerusakan akibat ombak besar.

Selain itu, mangrove sebagai tempat berkembang biak (nursery ground) bagi berbagai jenis ikan dan biota laut lainnya. Banyak ikan yang dikonsumsi sehari-hari ternyata bergantung pada mangrove saat masih kecil. Oleh karena itu, jika mangrove rusak, maka hasil tangkapan nelayan juga akan menurun.

Di samping itu, mangrove berperan dalam menjaga kualitas air. Akar mangrove mampu menyaring zat-zat berbahaya seperti limbah dan logam berat sehingga air laut tetap bersih dan sehat bagi kehidupan biota laut. Fungsi ini sangat penting bagi keberlanjutan usaha perikanan dan budidaya.

Dari aspek ekonomi, mangrove mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Banyak masyarakat menggantungkan hidupnya pada hasil laut yang dipengaruhi oleh keberadaan mangrove. Berikutnya, mangrove memiliki potensi dikembangkan sebagai ekowisata sehingga pada gilirannya dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

Peran lain dari hutan mangrove pada saat adanya perubahan iklim. Mangrove berperan sebagai penyerap karbon atau “blue carbon”. Kemampuan ini menjadikan mangrove sebagai solusi alami untuk mengurangi pemanasan global. Oleh karena itu, menjaga mangrove berarti juga menjaga masa depan bumi.

Melihat potensi mangrove, banyak yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi. Namun sebaliknya, masyarakat pesisir di Provinsi Jambi masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Data menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan di wilayah pesisir masih relatif lebih tinggi yaitu mencapai 9,54% di Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan 10,14% di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan juah lebih tinggia dibandingkan rata-rata Provinsi Jambi hanya 7,19%.

Hal ini disebabkan oleh pemanfaatan sumber daya mangrove yang belum optimal terutama sumber daya perikanan. Berikutnya, meskipun tingkat pengangguran di wilayah pesisir relatif rendah, hal ini tidak selalu berarti kondisi ekonomi mereka baik.

Banyak masyarakat bekerja di sektor informal, seperti nelayan tradisional atau usaha kecil, dengan tingkat pendapatan tidak menentu dan cenderung rendah. Dari aspek pendidikan dan kesehatan, masyarakat pesisir masih menghadapi keterbatasan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di wilayah pesisir (69,93 dan 67,54) dan jauh lebih rendah dibandingkan dengan rata-rata tingkat provinsi (73,43).

Akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan masih terbatas. Masalah kesehatan seperti stunting juga masih cukup tinggi, terutama di beberapa wilayah pesisir Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Hal ini menunjukkan adanya masalah gizi dan akses pangan, meskipun wilayah pesisir sebenarnya kaya akan sumber protein dari hasil laut.

Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan dan mendukung kehidupan masyarakat pesisir. Selain sebagai pelindung pantai, mangrove menjadi sumber kehidupan ekonomi dan berperan dalam mengatasi perubahan iklim.

Namun, kondisi mangrove di Provinsi Jambi saat ini menghadapi berbagai ancaman, seperti kerusakan akibat aktivitas manusia dan tekanan alam. Jika tidak dikelola dengan baik, maka dampaknya tidak hanya berupa kerusakan lingkungan, tetapi juga berdampak terhadap kegiatan usaha masyarakat pesisir.

Oleh karena itu, diperlukan upaya pengelolaan mangrove terpadu dan terintegrasi di antara aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial. Kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat diperlukan dalam menjaga dan memulihkan ekosistem mangrove.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain rehabilitasi mangrove, pengembangan ekonomi berbasis mangrove (seperti ekowisata dan produk olahan), serta peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan dan pelatihan.

Dengan pengelolaan yang baik, mangrove tidak hanya akan tetap lestari, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Penulis : Prof DR Ir Suandi, MSi, IPU (Guru Besar Unja – Tenaga Ahli Gubernur Jambi)

Previous Post

Kompolnas Awasi Seleksi Penerimaan Polri di Jambi, Pastikan Proses Transparan dan Akuntabel

Next Post

Kapolda Jambi Jadi Pemateri Utama Penguatan Stabilitas Sosial dan Edukasi Hukum bagi SAD

Next Post
Kapolda Jambi Jadi Pemateri Utama dalam Penguatan Stabilitas Sosial dan Edukasi Hukum bagi Suku Anak Dalam. (Foto : ist)

Kapolda Jambi Jadi Pemateri Utama Penguatan Stabilitas Sosial dan Edukasi Hukum bagi SAD

Dorong Pengembangan Pariwisata Tanpa APBD, Wali Kota Jambi Sambangi Kementerian Keuangan RI. (Foto : ist)

Dorong Pengembangan Pariwisata Tanpa APBD, Wali Kota Jambi Sambangi Kementerian Keuangan RI

Kodam XX/TIB Peringati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana. (Foto : ist)

Kodam XX/TIB Peringati HUT ke-80 Persit Kartika Chandra Kirana

Polda Jambi Gelar Upacara PTDH, Empat Personel Diberhentikan Tidak Dengan Hormat. (Foto : ist)

Polda Jambi Gelar Upacara PTDH, Empat Personel Diberhentikan Tidak Dengan Hormat

PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional. (Foto : ist)

PHR Zona 1 Raih Dua Penghargaan Tertinggi di Ajang CSR & ESG Internasional

Discussion about this post

Pencarian

No Result
View All Result

Indeks

Oktober 2026
MSSRKJS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
  • Zhangye Danxia Geological Park, Gunung Pelangi yang disebut dalam Al Quran Surat Al Fathir ayat 27 (Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

    8 Fenomena Alam Terunik di Dunia yang Ada dalam Al-Qur’an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantun dan Seloko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Falsafah Jawa Tentang Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terima Dimarahi dan Sakit Hati, Alasan Pelaku Habisi Nyawa Plt Kepala BPBD Merangin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2 Orang Dituding Memilih Tanpa KTP, 280 Warga di Kotobaru Harus PSU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polsek Pemayung Berhasil Amankan 3 Tahanan yang Kabur dari LPKA Muara Bulian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buruan…Satpol PP Kota Jambi Buka Lowongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yamaha Filano Hybrid-Connected Kini Tampil dengan Warna Baru yang Berkelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG Rektor Wanita Pertama di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bangun Kolaborasi dengan KCBN Muaro Jambi, Wali Kota Maulana Inisiasi Bus Listrik Wisata Dukung Green Tourism di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Cahaya Baru Masyarakat Jambi

© 2023 Sinar Jambi - Jalan Lingkar Selatan II, RT 28, Blok B-8, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • BERANDA
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN
  • REDAKSI
  • PERLINDUNGAN
  • DISCLAIMER

Media Sosial

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM