SINARJAMBI.COM – Kendaraan bermotor khususnya roda empat yang antre di SPBU seperti sudah menjadi pemandangan yang lumrah terjadi. Terlebih, mobil pribadi dan umum yang mengisi bahan bakar minyak (BBM) subsidi.
Hafizi Alatas selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Gemparji Jambi (Gerakan Masyarakat Peduli Aset Rakyat Jambi) ikut angkat bicara.
Dia mengatakan kelangkaan BBM bersubsidi di Jambi akibat diduga adanya oknum-oknum yang bermain di belakangnya. Oleh karena itu Dia meminta kepada Aparat Penegak Hukum (APH) agar menindak tegas oknum tersebut.
“Aparat Penegak Hukum (APH) harus tegak, tegas, menindas penyalahgunaan jual beli BBM bersubsidi ini,” tegasnya, Jumat (22/11/2024).
Dia juga mengaku prihatin dengan kondisi yang ada saat ini. Dia juga menyoroti adanya kasus sejumlah oknum yang diduga terlibat dalam dalam jual beli barcode BBM bersubsidi.
“Ada permainan untuk menjual belikan barcode BBM subsidi terutama solar. APH harus tegas menindak jual beli barcode ini. BPH Migas mana sekarang ini,” katanya.
Dia menceritakan, ada di beberapa SPBU di Jambi yang menjual BBM bersubsidi kepada pihak perusahaan melalui barcode tersebut.
“Coba kita pantau beberapa di SPBU di Jambi yang antri kendaraan perusahaan semuanya. Kendaraan tambang maupun perkebunan. Mobil tengki besar semua itu,” katanya.
Dia kembali menegaskan, agar pihak APH jangan ragu-ragu dan pandang bulu untuk menindak pihak-pihak yang masih melakukan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Hal tersebut dilakukan agar kedepan, penyaluran BBM bersubsidi tepat sasaran.
Pada akhirnya Hafizi meminta semua pihak agar mentaati peraturan pemerintah mengenai penggunaan BBM bersubsidi.
“Kapolda Jambi harus tegas kepada semuanya, jangan tembang pilih,” tutupnya. (*)







Discussion about this post