SINARJAMBI.COM – Kabar mengejutkan datang dari DPC partai Golkar Muarojambi jelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilgub Jambi. Salah seorang pentolan Golkar Muarojambi yakni Ketua bidang Kepemudaan dan Ketua AMPG Golkar Muarojambi Karyadi menyatakan mundur.
Karyadi bahkan keluar sebagai kader Golkar bersama 3 pengurus lainnya yakni Raden Abdurahman selaku Waka Bapilu Muarojambi, Kanen Yasin selaku Waka Golkar Muarojambi dan dr Sudarmono Waka bidang Kesehatan.
Karyadi cs merasa sudah tidak sejalan lagi dengan Ivan Wirata selaku ketua DPC Golkar Muarojambi.
Dengan keluar sebagai kader Golkar, Karyadi tidak mau dicap pengkhianat jika Cek Endra kalah di PSU Muarojambi.
Diketahui, Cek Endra selaku ketua DPD Golkar Provinsi Jambi yang berpasangan dengan Ratu Munawwaroh bersaing dengan Haris-Sani di Pilgub, khususnya PSU di Muarojambi.
“Terhitung hari ini, kami menyatakan mengundurkan diri dari kepengurusan Ivan Wirata. Kenapa kami mengundurkan diri, karena menurut kami pak Ivan sudah berbeda prinsip,” ujar Karyadi saat jumpa pers di RM Gantino Baru, Thehok, Minggu (18/4/2021) malam.
“Ini kejadian sama dengan tahun 2015 ketika pak HBA mencalonkan diri sebagai gubernur dan beliau (Ivan) masih Kadis PU. Dan harusnya pada saat itu ngotot-ngototnya membela pak HBA menjadi gubernur, tetapi dia sibuk mencalonkan diri, mempromosikan diri menjadi Bupati (Muarojambi).”
“Ini jadi kejadian lagi. Harusnya kita lagi berjibaku memenangkan Pak CE untuk menjadi gubernur, apalagi di PSU ini banyak di Muaro Jambi. Justru Pak Ivan membuat manuver yang merugikan pak CE, menurut Saya. Sangat merugikan pak CE.”
“Saya sudah mengatakan pada sebelum Pilkada, ranah perang terbesar itu adalah Muara Jambi dan kota Jambi. Makanya jangan sampai kalah. Di Muara Jambi dan kota Jambi adalah itu basis yang sangat bisa untuk dimenangkan oleh Pak CE, tapi nyatanya kalah,” urainya panjang lebar.
Dirinya juga mengkritisi susunan kepengurusan di bawah komando Ivan Wirata. Dimana, banyak kader potensial yang tidak masuk sebagai pengurus partai.
“Kami melihat dalam struktur di bawah kepemimpinan Pak Ivan ini banyak kejanggalan-kejanggalan, yang menurut saya mengkerdilkan partai itu sendiri. Karena banyak tokoh-tokoh dan banyak anggota DPR (daerah) aktif yang tidak tersusun dalam struktur.”
“Yang harusnya mereka adalah orang-orang jelas memiliki basis, malah tidak masuk dalam struktur. Ini awal-awal juga sudah kita protes, namun sepertinya Golkar Muaro Jambi ini di bawah Pak Ivan ini tidak menghargai perbedaan.”
“Ini kan sebenarnya masih jauh untuk Pilkada 2024, harusnya ya mungkin ada kedekatan Kami dengan yang lain, tidak masalah. Yang penting roda organisasi partai ini berjalan,” kata Karyadi.
Karyadi pun mencontohkan perbedaan prinsip lainnya, yakni Ivan Wirata ingin AMPG Muarojambi menggunakan pakaian loreng AMPG di setiap kegiatan.
“Sementara provinsi saja belum dan saya bertanya SK saya mana. Saat ini belum pernah melihat SK. Setelah dikorek-korek lagi ternyata dana partai belum dapat karena SK itu belum ada. Artinya kita ragu-ragu juga. Paling tidak mengurangi beban moral jika pak CE kalah,” jelas Karyadi.
“Ya tidak ada beban moral lagi. Keluarga saya banyak di Gelam, Saya punya usaha di sana. Ketika (CE) kalah, Saya tidak ada beban,” jelas Karyadi ditanya jika CE kalah di PSU Muarojambi.
Disinggung apakah bakal beralih dukungan ke Haris-Sani, Karyadi belum menyatakan sikap. “Sampai hari ini, berikutnya saya akan menyampaikan sikap mendukung atau tidak (Haris-Sani),” jelas Karyadi.
Di tempat yang sama, Raden Abdurahman sedikit menjelaskan alasan dirinya mundur. Salah satunya tidak mendapatkan info apapun terkait kekalahan CE di Muarojambi. Dirinya saat itu meminta hasil evaluasi, namun tidak dapat.
“Itu alasan pertama. Kedua, Saya pada bulan dua (Februari) sudah dikeluarkan dari grup partai,” jelas Raden Abdurrahman.
Sementara, Ivan Wirata belum bisa dihubungi. Lewat asisten pribadi Ivan Wirata, Ucup meminta media ini menghubungi Ivan besok hari. “Bapak mungkin sudah tidur malam ini. Besok saja ya,” ujar Ucup via sambungan percakapan WhatsApp, Minggu (18/4/2021) malam. (Rolan)







Discussion about this post