SINARJAMBI.COM – Bursa Efek Indonesia (BEI) Jambi terus meningkatkan literasi inklusi keuangan, khususnya mengenai pasar modal. Seperti yang dilakukan BEI Jambi saat memeriahkan Gebyar Ekonomi Syariah yang digelar Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Thaha Saifuddin (STS) Jambi, Senin (31/10/2023) pagi.
Tak kurang 1.000 mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Thaha Saifuddin Jambi memadati Auditorium UIN STS Jambi kampus Mendalo. Acara dibuka Wakil Dekan 1 Bidang Akademik dan Kelembagaan Dr Elyanti Rosmanidar.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Cabang Jambi, Rena Novita tampil sebagai salah satu nara sumber pada kuliah umum bertajuk “Meningkatkan Literasi Keuangan Syariah serta Mendorong Generasi I-Gen Memanfaatkan Inklusi Keuangan”.
Selain Rena Novita, tampil juga nara sumber yakni Alexander Charles selaku Branch Manager PT First Asia Capital (FAC) Sekuritas Indonesia, Jambi. Serta perwakilan dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia provinsi Jambi, Vera Alfa Paramitha serta pihak Bank Mandiri cabang Jambi yakni Febrian Nur Patria dan Muhammad Antila Rinanda.
Selaku sponsor utama pada kuliah umum kali ini, BEI Jambi banyak memberikan pemahaman kepada mahasiswa lewat paparan Rena Novita terkait pasar modal. Ditemui usai acara, Rena Novita merasa senang bisa hadir di tengah mahasiswa. Terlebih, kegiatan kali ini ada yang spesial dan lain dari biasanya.
“Jadi konsep acara ini agak sedikit spesial, jadi filantropi saham. Jadi wakaf saham, zakat saham, sedekah saham. Jadi fokus ini zakat saham, jadi mahasiswa yang sudah menjadi investor dia bisa menyisihkan satu lot atau dua lot saham mereka untuk disedekahkan. Jadi nanti sahamnya akan dipotong langsung, diambil langsung oleh FAC Sekuritas disalurkan ke Lazismu,” jelas Rena Novita.
Rencananya, acara diisi simbolis penyerahan sedekah saham yang akan dihadiri IDX Islamic Pusat. Namun karena terkendala jadwal penerbangan, pihak IDX Islamic Pusat tidak bisa hadir. Jika tak ada halangan, tambah Rena Novita, simbolis penyerahan sedekah saham akan dijadwalkan kembali bulan depan.

Kembali ke sedekah saham, Rena Novita menjelaskan nantinya mahasiswa dapat membantu mahasiswa lain yang kurang mampu dalam bentuk saham. Jadi bukan uang tunai. Namun, si penerima bisa menjual saham atau disimpan sebagai investasi.
“Jadi mahasiswa tadi sangat excited ya, jadi tahu ‘oh ternyata kalau Saya punya saham itu bukan cuma bisa disimpan aja. Kalau mau sedekah saham gak harus dijual dulu, bisa langsung. Jadi asetnya yang disedekahkan. Jadi acara ini digelar Kelompok Studi Pasar Modal Galeri Investasi Syariah,” jelas Rena Novita.
Kegiatan ini, jelas Rena Novita merupakan event tahunan. Dan pelaksanaan kali ini bertepatan dengan bulan inklusi keuangan. Dirinya pun mengapresiasi pihak kampus UIN STS Jambi mau menggelar acara penting ini.
“Harapanya sih literasi masyarakat meningkat, khususnya mahasiswa agar tahu lebih jauh terkait investasi. Jadi kita ingin sekali meningkatkan literasi itu sesuai dengan arahan OJK. Kita juga inginnya mereka juga tahu, ternyata pasar modal syariah itu luas.”
“Bukan cuma kita investasi di saham Syariah saja, tapi kita juga harus menunaikan kewajiban-kewajiban kita kalau kita punya aset. Apalagi asetnya banyak gitu kan. Kalau saham lebih dari Rp 85 juta, itu harus dizakatkan tiap tahun. Nah pilihan-pilihan zakat inilah yang mereka harus tahu,” pungkas Rena Novita.
Sementara, Elyanti Rosmanidar menjelaskan kuliah umum ini sebagai puncak dari Gebyar Ekonomi Syariah. Sebelumnya telah dilaksanakan lomba futsal, lomba poster, lomba karya tulis dan lainnya.
“Prestasi yang paling ditonjolkan itu adalah prestasi mahasiswa, jadi di sinilah dipupuk bakat-bakat, kita temukan bakat-bakat mahasiswa itu di sini, di acara ini. Jadi karena banyak manfaat diantaranya peningkatan prestasi serta silaturahmi antar mahasiswa. Tidak hanya di prodi ekonomi syariah.”
“Mahasiswa di sini juga akan ada kegiatan entrepreneur, jadi harapannya teruslah berlanjut kegiatan ini. Ini kan sudah yang kedua kalinya mudah-mudahan ada yang ketiga dan keempat dan selanjutnya. Sehingga ini menjadi agenda rutin dari prodi ES (Ekonomi Syariah),” tutup Elyanti Rosmanidar. (Rolan)







Discussion about this post