SINARJAMBI.COM – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) menyelenggarakan kegiatan Lokakarya Kehumasan Hulu Migas 2023 selama 2 (dua) hari, 21-22 Agustus 2023 di Bandung. Kegiatan tersebut diikuti oleh sekitar 150 praktisi kehumasan SKK Migas dan KKKS serta menghadirkan narasumber terkemuka untuk berbagi dan berdiskusi dalam rangka menambah referensi mengenai program dan strategi kehumasan.
Lokakarya Kehumasan Hulu Migas 2023 dibuka oleh Sekretaris SKK Migas Shinta Damayanti, dengan narasumber antara lain Nicholas Saputra (aktor dan public figure), Nicolas Kanter (Direktur Utama PT Antam), Arif Zulkifli (Direktur Utama PT Tempo Inti Media), Agung Laksamana (praktisi kehumasan/EVP PT Freeport Indonesia).
Sebelum pelaksanaan Lokakarya Kehumasan Hulu Migas 2023, telah didahului dengan rangkaian kegiatan yaitu communication boothcamp, FGD1 & FGD2 yang menghadirkan KKKS, Media, LSM, Pengamat dan lainnya untuk dapat memberikan pandangan mengenai industri hulu migas. Lokakarya Kehumasan Hulu Migas 2023 akan menyusun program bersama SKK Migas dan KKKS untuk tahun 2024.
Sekretaris SKK Migas menyampaikan bahwa kegiatan Lokakarya Kehumasan Hulu Migas 2023 dengan Thema “Speak Up – Rise Up”merupakan bentuk upaya membangun kapabilitas insan komunikasi hulu migas dalam menyuarakan secara lebih lantang mengenai betapa pentingnya industri hulu migas serta sedemikian besar kontribusi hulu migas bagi negara, peranannya dalam pembangunan di pusat dan daerah.
Bahwa industri hulu migas sudah menjadi tulang punggung pembangunan sejak tahun 1951 ketika industri lain yang berasal dari sumber daya alam belum ada. Dari 1951 hingga sekarang atau dalam waktu 72 tahun dapat dikatakan sudah puluhan ribu triliun sumbangsih hulu migas bagi negara untuk membangun perekonomian dan kesejahteraan rakyat.
Disinilah peran para pejuang komunikasi hulu migas sangat diharapkan. Pejuang komunikasi hulu migas saat ini menjadi garda depan untuk “mendobrak pintu-pintu dukungan dari para pemangku kepentingan”.
Membangun reputasi membutuhkan kerja keras, konsistensi, Spartan dalam waktu yang panjang dengan penggunaan berbagai sumber daya dan tentu saja membutuhkan biaya, serta tentu saja kolaborasi dan sinergi yang kuat antara SKK Migas dipusat dan perwakilan, dengan KKKS diseluruh Indonesia.
Sekretaris SKK Migas menyampaikan ada lima hal yang menjadi kunci dalam membangun dan menjaga reputasi, yaitu kejujuran, Konsistensi, Akuntabilitas, Kredibilitas dan Kontinuitas.
“Yang kita tahu menerapkan semuanya itu membutuhkan perjuangan yang berat dan membutuhkan daya juang yang tinggi. Tidak cukup hal positif yang dimiliki suatu peruhaan dipublikasikan 1 kali, 10 kali, tetapi harus berkali-kali,” tutupnya. (*)







Discussion about this post