SINARJAMBI.COM – Mendengar kata kompor tentunya identik dengan makanan dan minuman. Kebutuhan kompor sangat dibutuhkan sebagai sumber penghidupan manusia yang digunakan untuk memasak.
Berbicara tentang kompor, Nasution kemungkinan adalah orang pertama yang menanyakan keberadaan alat masak tersebut di sekolah.
Bukan tanpa alasan, Orang nomor satu dijajaran Dikbud Merangin itu menilai dengan memasak dan makan bersama dapat mempererat kebersamaan dan kekeluargaan warga sekolah.
“Dengan makan bersama disekolah akan terasa nikmat, kedengarannya simple tapi bermakna,” kata Nasution.
Makan bersama disekolah tidak perlu dengan lauk pauk yang mewah. Menurut Nasution, cukup dengan telur kocok (dadar) dan ikan asin sudah terasa nikmat.
“Sederhana saja sayurnya daun singkong saja,”candanya sambil tertawa kecil saat dibincangi sinarjambi.com, Jumat (26/8/2022).
Kebiasaan makan bersama juga diterapkan di Dikbud Merangin. Bahkan, setiap pekannya atau bulannya dirinya bersama jajaran juga sering masak dan makan bersama.
“Dikantor hampir setiap bidang masak dan makan bersama, meskipun seadanya patut kita syukuri,” jelasnya.
Seperti diketahui,Nasution sering kali ketika mengunjungi sekolah melihat dapur sekolah terkadang dirinya langsung membuat minuman sendiri. (yaz)







Discussion about this post