HUBUNGI KAMI
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
No Result
View All Result
PARTNER
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM

Tafsir Konstruktif Kurikulum Merdeka

Selasa, 2 Agustus 2022
in OPINI
A A
Amri Ikhsan

Amri Ikhsan

ShareTweetSendCode

Secara umum, pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana yang dilakukan oleh seseorang untuk memperkaya ilmu pengetahuan. Dalam pendidikan itu ada kurikulum yang berfungsi sebagai landasan yang memberikan arah dan tujuan pendidikan, serta isi yang harus dipelajari yang dikembangkan.

Seperti biasa, kalau ada ‘sebuah masalah’ dalam pendidikan kita, maka kurikulum merupakan bagian yang harus ‘disalahkan’ dan mesti dirubah, diganti atau disesuaikan. Walaupun perubahan kurikulum itu sebuah keniscayaan, tapi perubahan ini berimplikasi pada banyak aspek pendidikan.

Dimaklumi, pandemi covid-19 telah ‘mengubah’ sendi sendi kehidupan, termasuk pendidikan. Kurikulum Merdeka ini bertujuan untuk mengejar ketertinggalan pembelajaran yang disebabkan oleh dampak pandemi korona dan merupakan jawaban dari segala permasalahan pendidikan yang ada di Indonesia. Dan yang paling penting, kurikulum ini bertujuan agar pendidikan di Indonesia bisa seperti pendidikan di Negara maju lainnya dimana siswa diberikan kebebasan dalam memilih apa yang diminatinya dalam pembelajaran. (Kemdikbud)

Untuk ‘menghibur’ guru, kurikulum 2022 ini ‘katanya’ akan memudahkan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Guru diberi kebebasan untuk berpikir dalam memilih langkah, metode, strategi pembelajaran dan keleluasaan menggunakan berbagai perangkat ajar sesuai kebutuhan dan karakteristik siswa serta aplikasi yang menyediakan berbagai referensi bagi guru untuk mengembangkan praktik pembelajaran secara mandiri dan berbagi praktik baik.

SekilasBerita

Anggaran, Efisiensi dan Ilusi Keberhasilan Pembangunan

Jaringan Bukan Mesin, Kemungkinan Bukan Bukti

Salah Kaprah Membaca Moratorium PKS sebagai Anti-Hilirisasi

Hotspot Terdeteksi, Firespot Tidak Ditemukan: Memahami Perbedaan Keduanya dalam Penanganan Karhutla

Harus diakui bahwa tujuan belajar memang memerdekakan hati, jiwa dan perasaan, tujuan pembelajaran adalah memanusiakan manusia bukan sekadar memperoleh pengetahuan, ketrampilan, dan perilaku baik dan mulia. Perilaku baik dan mulia hanya bisa ditumbuhkan dalam jiwa dan hati yang merdeka.
Harus disadari juga bahwa belajar itu selalu bersifat pribadi (individualized) sekalipun terbaik dilakukan dalam lingkungan belajar bersama (Rosyid, 2022).

Boleh dikatakan tidak ada cara yang persis sama antar siswa dalam mengembangkan komperensinya. Sekalipun materi dan metode yang disampaikan sama, oleh guru yang sama, di tempat dan waktu yang sama, makna yang dikonstruksi dan dipahami oleh setiap siswa selalu unik dan berbeda. Berbeda-beda untuk siswa yang berbeda.

Tapi yang kadang kadang terjadi adalah asumsi bahwa yang namanya belajar, siswa berada dalam kelas, guru menyampaikan sesuatu, siswa mengerjakan tugas dan diakhiri dengan ujian. Proses pembelajaran menjadi proses yang dipaksakan, bukan untuk kepentingan siswa, tapi untuk kepentingan distribusi tugas dan ‘dibungkus’ dengan istilah mutu, profesional dan sertifikasi.

Yang paling ‘mengherankan’, pembelajaran disesuaikan untuk memenuhi target jam mengajar guru, siswa akan dipaksa lebih lama di sekolah lebih lama daripada yang dibutuhkan, semuanya ‘disesuaikan’ demi mengejar target 24 jam per minggu. Akibatnya terjadi kebosanan yang luas.
Kurikulum merdeka harus menghadirkan pembelajaran bagi siswa untuk membedakan antara apa yang mereka ketahui dan tidak diketahui.

Para siswa dalam formasi pembelajaran tidak dipaksa untuk menghafal sesuatu yang tidak esensial secara berlebihan.
Mesti diyakini dengan metode pembelajaran menarik dengan sendirinya siswa akan mengingat apa yang dipelajari, dan kemudian mengkritisi, memilih mana yang cocok untuk masa depan mereka atau tidak. Kemampuan memilah, memilih, dan membedakan mana yang dibutuhkan secara komprehensif membuat mereka jadi lebih fokus dalam meraih cita-cita atau impian yang diharapkan (Witono, 2022).

Kalau ada kurikulum baru, perhatian publik akan langsung memperhatikan kelemahan dari kurikulum sebelum. Pertama, struktur pembelajaran tidak fleksibel karena sudah ditentukan per minggu. Kedua, materi yang terlalu padat. Ketiga, materi kita kadang membosankan kurang beragam sehingga guru tidak punya terlalu banyak objek untuk bisa mengembangkan pembelajaran kontekstual materi terlalu kaku terlalu pada membuat. Keempat, teknologi digital belum digunakan secara optimal. (Kemdikbud)

Kurikulum merdeka ini menjawab permasalahan tersebut. Pada hari hari, kita mendengar kelebihan dari Kurikulum Merdeka: 1) Pembelajaran Active Learning, yang akan menjadikan siswa lebih aktif dalam belajar dan dipercaya akan menjadikan siswa lebih energik dan tangkas, 2) diferensiasi pembelajaran, dengan diawali melakukan asesmen untuk mengukur aspek kognitif dan non kognitif setiap siswa. Hasil asesmen tersebut digunakan oleh guru untuk menerapkan format dan proses pembelajaran yang terdiferensiasi bagi setiap siswa.
Kemudian, 3) Capaian Pembelajaran (CP) lebih fleksibel, dengan mengubah proses pembelajaran bukan hanya sebagai pemenuhan kewajiban tetapi menjadi sebuah proses pembelajaran yang bermakna dan menyenangkan, 4) CP dicapai bukan per semester atau per tahun tapi per fase yang terbagi menjadi enam etape yaitu Fase A (kelas 1 dan 2), Fase B (Kelas 3 dan 4), Fase C (kelas 5 dan 6), Fase D (kelas 7,8 dan 9), Fase E (kelas 10), Fase F (kelas 11 dan 12).

Dan yang paling menonjol dan yang akan menentukan kesuksesan Kurikulum Merdeka, 5) Pembelajaran Berbasis Project, Persentase projek tersebut tidak untuk per mata pelajaran tetapi merupakan perpaduan lintas disiplin ilmu. Projek difokuskan untuk mengangkat isu-isu yang ada di lingkungan sekitar untuk lebih meningkatkan kepekaan peserta didik terhadap lingkungan dan kemampuan berpikir kritis, analitis dan problem solving. (Kemdikbud)

Bell (2010) mengungkapkan bahwa, pembelajaran berbasis projek mendorong peserta didik untuk mandiri dalam menentukan tujuan dan perencanaan pembelajaran, serta terampil dalam berkolaborasi secara sosial untuk saling termotivasi secara intrinsik untuk saling belajar dan berbagi pengetahuan.
Selanjutnya, 6) Penguatan Profil Pelajar Pancasila (PPP), merupakan kegiatan kokurikuler berbasis proyek yang dirancang untuk menguatkan upaya pencapaian kompetensi dan karakter.

Pelaksanaan proyek penguatan PPP dilakukan secara fleksibel, dari segi muatan, kegiatan, dan waktu pelaksanaan.
Projek penguatan profil pelajar Pancasila adalah sebuah pendekatan pembelajaran melalui projek dengan sasaran utama mencapai dimensi profil pelajar Pancasila. Peserta didik akan belajar menelaah tema-tema tertentu yang menjadi prioritas setiap tahunnya. (Kemdikbud)

Memang siswa itu perlu diberikan kemerdekaan (kebebasan) dalam mengaktualisasikan dirinya, karena mereka memang memiliki hak merdeka belajar, sekaligus hak belajar secara merdeka, sehingga mereka diposisikan sebagai subyek merdeka yang dipercaya mampu menjadi sumber belajar. Apakah ada batasan kemerdekaan guru dan siswa dalam pembelajaran? Atau ‘sebebas bebasnya, mengajar ‘sekehendak hati’ dan belajar ‘sesuka hati”. Kita Tunggu!

Penulis : Amri Ikhsan, Pendidik di MAN 1 Batanghari

Previous Post

Masyarakat Akui PTSL Mempermudah Kepengurusan Sertipikasi Tanah

Next Post

Serahkan Sertipikat Tanah Ke Rumah Warga, Hadi Tjahjanto Pastikan PTSL Berjalan Baik

Next Post

Serahkan Sertipikat Tanah Ke Rumah Warga, Hadi Tjahjanto Pastikan PTSL Berjalan Baik

Wakapolda Sambut Kunker Kepala BNNP Jambi

International Drug Enforcement Conference Perkuat Barisan Perang Melawan Narkoba

PTSL Wujudkan Mimpi Masyarakat Miliki Sertipikat Tanah

7 Anggota Geng Motor Meresahkan Diciduk, Salah Satunya Perempuan

Discussion about this post

Pencarian

No Result
View All Result

Indeks

Oktober 2026
MSSRKJS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
  • Zhangye Danxia Geological Park, Gunung Pelangi yang disebut dalam Al Quran Surat Al Fathir ayat 27 (Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

    8 Fenomena Alam Terunik di Dunia yang Ada dalam Al-Qur’an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantun dan Seloko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Falsafah Jawa Tentang Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terima Dimarahi dan Sakit Hati, Alasan Pelaku Habisi Nyawa Plt Kepala BPBD Merangin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2 Orang Dituding Memilih Tanpa KTP, 280 Warga di Kotobaru Harus PSU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polsek Pemayung Berhasil Amankan 3 Tahanan yang Kabur dari LPKA Muara Bulian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buruan…Satpol PP Kota Jambi Buka Lowongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yamaha Filano Hybrid-Connected Kini Tampil dengan Warna Baru yang Berkelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG Rektor Wanita Pertama di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bangun Kolaborasi dengan KCBN Muaro Jambi, Wali Kota Maulana Inisiasi Bus Listrik Wisata Dukung Green Tourism di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Cahaya Baru Masyarakat Jambi

© 2023 Sinar Jambi - Jalan Lingkar Selatan II, RT 28, Blok B-8, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • BERANDA
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN
  • REDAKSI
  • PERLINDUNGAN
  • DISCLAIMER

Media Sosial

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM