HUBUNGI KAMI
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
No Result
View All Result
PARTNER
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM
Cahaya Baru Masyarakat Jambi
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM

Memilih Saham Lewat Analisis Teknikal

Jumat, 22 Juli 2022
in BISNIS
A A
ShareTweetSendCode

SINARJAMBI.COM – Berinvestasi di pasar modal menjadi salah satu cara mengelola keuangan untuk mendapatkan keuntungan guna melawan inflasi. Ada beragam strategi yang perlu dipelajari untuk meminimalkan risiko dan mengoptimalkan keuntungan di pasar saham. Semakin tinggi potensi keuntungan sebuah produk investasi, semakin besar pula risiko dalam mengelola produk ini. Oleh karena itu, melakukan analisis saham menjadi hal yang penting dalam menentukan strategi investasi. Salah satu teknik analisis yang bisa dilakukan adalah analisis teknikal.

Ada tiga prinsip dasar analisis teknikal. Pertama, price discounts everything, hal ini berlawanan dengan analisis fundamental. Pada analisis fundamental, harga akan dipengaruhi oleh berita-berita mengenai laporan keuangan, nilai penjualan ataupun harga komoditi yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.

Akan tetapi, berdasarkan analisis teknikal, harga justru akan mendiskon semua berita tersebut, sehingga terkadang harga bergerak melewati nilai harga teoritis secara fundamental, baik naik atau turun. Kedua, price fluctuates in trends, karena menurut analisis teknikal, harga saham biasanya akan bergerak mengikuti suatu tren tertentu. Ketiga, history repeats itself, yang memiliki arti bahwa pola pergerakan harga di masa lalu akan berulang kembali di masa mendatang.

Analisis teknikal dapat dilakukan dengan metode chart yang digambarkan dalam bentuk line chart, bar chart dan volume. Selain itu, dapat dianalisis menggunakan metode lines yaitu trend lines, uptrend, downtrend dan side lines/accumulation. Metode line chart hanya menampilkan garis yang menghubungkan penutupan harga saham pada periode tertentu, sedangkan bar chart menggambarkan pergerakan harga dalam suatu periode tertentu (harga pembukaan, tertinggi, terendah serta penutupan). Harga suatu saham akan terlihat bergerak dalam sebuah tren. Tren merupakan arah kecenderungan pergerakan harga saham dalam periode waktu tertentu yang dapat terbagi atas tren kenaikan (bullish), penurunan (bearish), dan mendatar (sideways).

SekilasBerita

RUPSLB Indosat Sahkan Perpanjangan Masa Jabatan President Director dan CEO

BPJS Gelontorkan Rp100 Triliun Lebih untuk Biayai Penyakit Jantung

POJK Tentang Pelaporan Insidental di Sektor Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon

OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah Melalui ISFO 2026

Dalam analisis teknikal terdapat istilah resistance level dan support level. Support level adalah level harga dimana pada level tersebut permintaan akan suatu saham cukup besar untuk menahan turunnya harga. Penentuan level support dilakukan dengan menarik garis horizontal pada titik harga saham terendah. Pada level tersebut, harga cenderung berhenti bergerak turun dan berpotensi untuk bergerak naik.

Sedangkan resistance level merupakan suatu area level harga di mana pada level tersebut penawaran akan suatu saham cukup besar untuk menghentikan naiknya harga. Penentuan level resistance juga dilakukan dengan cara menarik garis horizontal pada harga tertinggi suatu saham. Pada level ini, harga cenderung berhenti bergerak naik dan berpeluang untuk bergerak turun.

Selain itu, terdapat istilah overbought dan oversold. Overbought merupakan kondisi ketika harga dinilai terlalu tinggi dan sebaiknya investor yang telah memiliki saham di bawah harga ini dapat merealisasi keuntungannya. Sementara, oversold merupakan kebalikan dari overbought, yaitu kondisi ketika harga saham yang dianalisis secara teknikal tergolong murah (kondisi ini dilihat berdasarkan indikator teknikal).

Analisis teknikal tidak mempercayai keadaan dimana harga bergerak secara acak, melainkan pada pola (pattern) tertentu. Secara umum, terdapat dua kategori pola grafik pada analisis teknikal. Pola yang pertama ialah reversal (pola pembalikan arah) yang terdiri dari head and shoulders, inverted head and shoulders, double top, dan double bottom. Kemudian pola yang kedua adalah pola continuation (pola pelanjutan arah) yang terdiri dari symetrical triangle, ascending triangle descending triangle, flag, dan wedge.

Head and shoulders adalah pola yang seolah-olah membentuk kepala dan bahu (kiri dan kanan). Pola head and shoulders sering terjadi ketika fase uptrend dan merupakan indikasi bahwa setelah pola ini terbentuk, terdapat kemungkinan harga akan berubah menjadi downtrend. Sementara pola inverted head and shoulders merupakan kebalikan dari head and shoulders.

Double top adalah sinyal yang muncul setelah terbentuknya pola uptrend yang kuat, yang selanjutnya mengindikasikan tanda reversal (pembalikan arah). Sementara double bottom merupakan kebalikan dari double top, yaitu diawali dengan terbentuknya pola downtrend, kemudian membentuk sinyal pembalikan arah. Pola berikutnya adalah triangle pattern, yang terbagi menjadi tiga jenis, yaitu symetrical triangle, ascending triangle dan descending triangle.

Ascending dan descending triangle merupakan pola pelanjutan arah dari tren sebelumnya, sementara symetrical triangle bisa menjadi pola pembalikan arah atau pola pelanjutan arah. Ketiga pola ini dapat dimanfaatkan dalam melakukan analisis teknikal untuk memperkirakan kelanjutan arah pergerakan harga saham, komoditi atau memprediksi pergerakan mata uang (cross currencies) terhadap mata uang lainnya.

Ciri dari timbulnya pola symetrical triangles ialah pergerakan harga yang semakin menyempit. Ciri dari ascending triangle adalah pergerakan harga yang semakin menyempit, dengan resistance di level harga tertentu yang jika kita tarik garis membentuk horizontal lines. Sementara ciri dari terjadinya descending triangle adalah support pada harga tertentu dan jika ditarik garis membentuk garis horizontal, dan harga tidak dapat menembus level tertinggi baru.

Sementara wedges adalah pola yang membentuk formasi mengerucut menyerupai dengan triangle pattern, tetapi pola ini berbeda karena batasan yang terjadi tidak berupa garis horizontal (di atas atau di bawah) melainkan bergerak beriringan dan menyempit. Indikator teknikal selanjutnya adalah moving average, yang merupakan garis yang dibuat dengan cara menghubungkan harga rata-rata suatu aset dalam periode waktu tertentu. Nilai rata-rata tersebut dapat berasal dari harga pembukaan (open), penutupan (close), tertinggi (high), terendah (low), atau pertengahan (median). Pemanfaatan moving average bisa dilakukan dengan cara menggabungkan beberapa garis moving average untuk dapat melihat sinyal beli atau jual melalui perpotongan garis (crossover).

Selain garis moving average, terdapat berbagai macam indikator teknikal, salah satunya adalah indikator stochastic oscillator. Sebagian besar pelaku pasar meyakini bahwa pola trading jangka pendek bisa dilakukan dengan melihat gejala kenaikan maupun penurunan yang terjadi pada indikator stochastic. Akan tetapi, stochastic oscillator memiliki kelemahan yang dapat memberikan sinyal palsu lebih banyak dibandingkan indikator oscillator lainnya.

Relative Strengh Index (RSI) juga merupakan salah satu indikator yang banyak dipergunakan oleh analis teknikal untuk menentukan titik balik suatu saham. Sinyal yang bisa diperoleh dari RSI adalah apabila pergerakkan saham tidak dalam suatu tren. RSI pada umumnya ditentukan pada level 30 – 70 poin. Terkadang, analis akan melakukan penyesuaian apabila level tersebut ditembus ke atas. Bila RSI berada di level 30, berarti terdapat indikasi oversold. Sedangkan, bila RSI berada di level 70, maka terdapat indikasi overbought. Sementara itu, level 45 – 50 dapat dijadikan sebagai range perdagangan jangka pendek. Adapun indikator ini juga bisa dimanfaatkan untuk melihat level support dan resistance, serta divergensi positif dan negatif. (Rilis BEI)

Previous Post

Tiba di Agrowisata Nanas Desa Tangkit Baru, Nanny Hadi Tjahjanto Disambut Tari Sekapur Sirih

Next Post

Terima Sertipikat, Warga Tanjabtim : Tanah Kami Aman dan Terjaga dari Mafia Tanah

Next Post

Terima Sertipikat, Warga Tanjabtim : Tanah Kami Aman dan Terjaga dari Mafia Tanah

Top Banget! BIN Daerah Jambi Gelar Vaksinasi Massal di Muaro Jambi

Dipimpin Menteri ATR/Kepala BPN, Kapolda Ikuti Rapat Konflik Lahan Libatkan PT BSU dan SAD

Labfor Polri Masih Periksa HP dan CCTV Kasus Brigadir J Secara Scientific Crime Investigation

Seru! Gunakan Becak Motor, Nanny Hadi Tjahjanto Keliling Agrowisata Nanas Desa Tangkit Baru

Discussion about this post

Pencarian

No Result
View All Result

Indeks

Oktober 2026
MSSRKJS
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
« Sep    
  • Zhangye Danxia Geological Park, Gunung Pelangi yang disebut dalam Al Quran Surat Al Fathir ayat 27 (Foto: Wahyu Setyo Widodo/detikTravel)

    8 Fenomena Alam Terunik di Dunia yang Ada dalam Al-Qur’an

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pantun dan Seloko

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Falsafah Jawa Tentang Kehidupan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tak Terima Dimarahi dan Sakit Hati, Alasan Pelaku Habisi Nyawa Plt Kepala BPBD Merangin

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 2 Orang Dituding Memilih Tanpa KTP, 280 Warga di Kotobaru Harus PSU

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Polsek Pemayung Berhasil Amankan 3 Tahanan yang Kabur dari LPKA Muara Bulian

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Buruan…Satpol PP Kota Jambi Buka Lowongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Yamaha Filano Hybrid-Connected Kini Tampil dengan Warna Baru yang Berkelas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengenal Dr. dr. Hj. Nadiyah Maulana, Sp.OG Rektor Wanita Pertama di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Bangun Kolaborasi dengan KCBN Muaro Jambi, Wali Kota Maulana Inisiasi Bus Listrik Wisata Dukung Green Tourism di Jambi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
Cahaya Baru Masyarakat Jambi

© 2023 Sinar Jambi - Jalan Lingkar Selatan II, RT 28, Blok B-8, Kelurahan Lingkar Selatan, Kecamatan Paal Merah, Kota Jambi. Developed by Ara.

  • BERANDA
  • KODE ETIK
  • PEDOMAN
  • REDAKSI
  • PERLINDUNGAN
  • DISCLAIMER

Media Sosial

No Result
View All Result
  • BERITA
  • BISNIS
  • KRIMINAL
  • POLITIK
  • JAMBI KITA
    • BATANGHARI
    • BUNGO
    • KERINCI
    • KOTA JAMBI
    • MERANGIN
    • MUAROJAMBI
    • SAROLANGUN
    • SUNGAIPENUH
    • TANJAB BARAT
    • TANJAB TIMUR
    • TEBO
  • OLAHRAGA
  • OPINI
  • RAGAM