SINARJAMBI.COM – Menurunnya anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan Merangin tahun ini membuat Nasution dan jajaran harus bekerja keras. Tidak ingin kejadian serupa terulang kembali, Nasution Jemput bola Ke Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI untuk meraih dukungan anggaran dan program DAK tahun berikutnya.
Berbagai berkas usulan DAK dibawa Kepala Dikbud Merangin ini, agar dana pendidikan Merangin yang berasal dari pemerintah pusat tersebut mendapatkan anggaran yang lebih tinggi.
Seperti diketahui, DAK Pendidikan Merangin tahun 2022 menurun drastis. Yang mana hanya 9 Milyar. Dibanding tahun sebelumnya mencapai 33 Milyar.
Kepala Dikbud Merangin Nasution saat dikonfirmasi mengatakan, kedatangan pihaknya ke Kemendikbud RI guna memasukkan usulan anggaran DAK tahun 2023. Menurutnya, berkas usulan yang dimasukkan ke Kemendikbud RI sebanyak 108 sekolah untuk kategori rehap bangunan.
“Ya, ada 108 sekolah SD dan SMP yang kita usulkan ke Kemendikbud. Alhamdulillah, usulan kita diterima dengan baik oleh pihak Kemendikbud yang menangani khusus DAK,” katanya, Senin, (28/03/2022).
Dijelaskan Nasution, usulan DAK tersebut tidak serta merta langsung direalisasi pihak Kemendikbud. Artinya 108 sekolah yang diusulkan untuk rehap bangunan diseleksi pihak Kemendikbud melalui data dapodik yang valid yang dikirim masing masing sekolah di Merangin.
“Berdasarkan penjelasan pihak Kemendikbud tadi, Kuncinya data dapodik, kalau dapodiknya valid benar benar sesuai dengan kondisi real sekolah kemungkinan akan mendapat bantuan,” sebutnya.
Setelah mendengar penjelasan pihak Kemendikbud, Nasution langsung memerintahkan jajarannya untuk berkoordinasi dengan kepala sekolah agar memvalidkan dan mengupload data dapodik 108 sekolah itu dengan batas waktu 31 Maret.
“Kunjungan ini yang kedua kalinya. Oktober lalu saya juga mengunjungi Kemendikbud bersama pak Bupati Merangin bahas DAK ini. Kita berharap pertemuan kedua ini membuahkan hasil,” terangnya.
Selain itu, tidak hanya mengusulkan rehap bangunan sekolah, Nasution juga mengusulkan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), MCK, Perpustakaan, Labor, dan UKS.
“Kalau ditotal secara keseluruhan sekitar 200 milyar anggaran yang kita usulkan. Sementara untuk pengerjaannya dikembalikan ke swakelola bukan pihak ketiga,” paparnya.
Nasution juga menyampaikan kepada pihak Kemendikbudristek bahwa dirinya bersama jajaran sudah mengunjungi 428 sekolah dari 430 sekolah untuk membenahi data dapodik sekolah.
“Alhamdulillah, kita disambut baik. Dan program kunjungan kesekolah sekolah diapresiasi Kemendikbud (ristek). Karena menurut kita, salah satu cara untuk melihat kondisi real data dapodik dengan kunjungan kesekolah sekolah,” pungkasnya. (myd)







Discussion about this post