SINARJAMBI.COM – Wakil Walikota Jambi Dr. dr. H. Maulana, MKM menghadiri rapat koordinasi daerah (Rakorda) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) program Banggakencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana) yang sebelumnya dikenal dengan sebutan program KKBPK (Kependudukan, Keluarga Berencana, dan Pembangunan Keluarga) di Aula Rapat Utama Kantor Walikota Jambi (31/1/22).
Dalam sambutannya, Wawako mengajak para mitra kerja dan stakeholder untuk meningkatkan komitmen terhadap program Bangga kencana. Dikatakannya walaupun masih dalam kondisi pandemi Covid-19, namun di Kota Jambi harus dipastikan bahwa semua program kerja yang telah dibuat, tetap dilaksanakan dengan modifikasi mengikuti protokol kesehatan.
“Berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2022 menunjukkan bahwa jumlah penduduk di Kota Jambi bertambah, menjadi sekitar 600 jiwa lebih, namun dalam kategori terkendali, ” ungkapnya.
Pertambahan penduduk yang terkendali ini tentu atas keberhasilan kerja para pengelola program Bangga kencana Jambi
Lebih lanjut, Maulana juga mengungkap tentang kasus kehamilan usia dini yang disebabkan adanya pernikahan usia dini yang cukup tinggi.
Ia berharap seluruh sektor dalam BKKBN terus melakukan sosialisasi atau pendidikan kepada anak tentang kesehatan reproduksi wanita yang benar agar tidak beresiko atau rentan terhadap penyakit.
Untuk itu, Wawako mengatakan ajakan KB dua anak cukup terus digalakkan melalui kader KB bentukan PKK.
Calon kuat Walikota Jambi penerus Sy Fasha ini menjelaskan terkait peningkatan komitmen terhadap program Bangga kencana di Provinsi Jambi BKKBN dan sejumlah OPD Pengendalian Penduduk dan KB yang ada di kabupaten/kota merangkul sejumlah mitra kerja serta stakeholder untuk bersama-sama mensukseskan program yang ada.
Hadir dalam kesempatan itu Kanwil BKKBN Provinsi Jambi Munawar Ibrahim, S, KP, MPH, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan H. Obliyani, S.Sos, ME, Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Irawati Sukandar, Camat, Lurah sekota Jambi dan para pemangku kepentingan lainnya. (*/Lan)







Discussion about this post