SINARJAMBI.COM – Tak dapat dipungkiri, sarana dan prasarana memadai masih menjadi persoalan serius pendidikan di Merangin. Betapa tidak, disaat kunjungan kerja (Kunker) Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan (Dikbud) Merangin, masih saja ditemui kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan.
Ya, dari 14 Sekolah yang dikunjungi Nasution di Kecamatan Batang Masumai (Batam), ditemui 2 sekolah yang mana bangunannya nyaris roboh serta ruang belajar darurat tahun 2005. Kedua sekolah tersebut yakni SMP 28 Merangin dan SD 164 Pulau Baru. Masing masing kedua sekolah ini mengalami kondisi yang berbeda.
Untuk SMP 28 Merangin sendiri, dimana ruang majelis guru nyaris roboh. Ini dilihat dari tiang bangunan dinding, lantai, mengalami retak disetiap sisi ruangan. Ditambah lagi, bangunan sekolah itu terletak diarea perbukitan sehingga rawan untuk keselamatan guru dan siswa saat melaksanakan aktifitas belajar mengajar.
Sementara itu, di SD Negeri 164 Pulau Baru, yang mana siswa belajar diruang darurat bekas perumahan guru. Kondisi ini terjadi sejak tahun 2005 lalu akibat kekurangan ruang belajar.
Melihat kondisi itu, orang nomor satu di jajaran Dikbud Merangin tersebut merasa iba dan terharu. Dirinya langsung mencatat dibuku pribadinya agar dapat diusulkan pembangunan ditahun depan.
“Ini yang kesekian kalinya saya menemukan ruang belajar sangat tidak layak. Jujur, saya prihatin dengan kondisi ini. Anak anak belajar diperumahan guru, berdinding papan, berlantai rusak, beratap lapuk,” katanya terharu, Selasa (14/12/2021).
Menurutnya, kondisi ini sangat memprihatinkan akan keselamatan siswa dan guru saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah.
“Kalau di SMP 28 Merangin lebih memprihatinkan lagi. Sebab terletak diatas bukit, sekolah ini sangat rawan, sebab bangunan ruang guru nyaris roboh. Maaf, kalau ada gempa jika tidak hati hati bisa tertimpa bangunan,” jelasnya.

Terkait kondisi itu ia menghimbau, agar guru dan siswa dapat waspada jika ada bangunan sekolah yang rusak berat. Karena keselamatan guru dan siswa juga lebih penting saat melaksanakan aktifitas belajar mengajar.
“Kalau ada seperti ini cepat laporkan ke kami. Jangan ditunda tunda lagi. Kami siap menindak lanjuti dan menjadi skala prioritas pembangunan secara bertahap,” pungkasnya.
Seperti diketahui, 14 sekolah yang dikunjungi Nasution yang didampingi Korwil Batam Masumai Nurbaitah, Kasi Kurikulum Hendri Budiman, Staf GTK Sofwan, diawali ke SD 45 Salam Buku.
Kemudian SD 165 Titian Teras. Selanjutnya, SD 99 Tambang Nibung, 215 Tambang Nibung, SMP 28 Merangin, SD 8 Lubuk Gaung, SD 214 Lubuk Gaung, SD 186 Lubuk Gaung, SD 42 Rantau Deras, SD 187 Rantau Deras, SD 51 Pulau Baru, SD 120 Rantau Deras, SD 164 Pulau Baru, dan SMP 49 Merangin. (myd)







Discussion about this post