Sepekan Ops Patuh Siginjai 2020, Polres Batanghari Tilang 120 Pengendara

Sabtu, 01 Agustus 2020

Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi ()

sinarjambi.com - Operasi Patuh 2020 digelar serentak di seluruh wilayah Indonesia, yang dimulai sejak kamis, 23 Juli 2020 dan berakhir pada 5 Agustus 2020.

Satuan Lalu Lintas Polres Batanghari mencatat terjadi 143 pelanggaran lalu lintas selama sepekan berlangsung Operasi Patuh Siginjai 2020.

Dari data pelanggar tersebut 120 pengendara dilakukan penindakan berupa tilang, sedangkan 23 lainnya diberikan surat teguran.

"Dari jumlah tersebut, untuk roda dua terbanyak pelanggar tidak menggunakan helm, untuk roda empat pelanggar terbanyak kir, sedangkan roda enam pelanggar terbanyak yaitu TNKB," ungkap Kasat Lantas Polres Batanghari AKP Nafrizal SH MH, Kamis (30/07/2020).

AKP Nafrizal mengatakan dari puluhan pengendara yang terjaring dalam Operasi Patuh Siginjai 2020 Polres Batanghari, mayoritas merupakan pengendara sepeda motor. Jenis pelanggaran paling banyak adalah tidak mengenakan helm.

"Sedangkan jenis pelanggaran terbanyak dari pengendara roda empat adalah buku kir," terangnya.

Kasat Lantas menambahkan selain pelanggar lalu lintas, sepekan Operasi Patuh terdapat kecelakaan lalu lintas. Berdasarkan catatan ada 2(dua) kasus kecelakaan lalu lintas di Jalan Lintas Bungo jambi tepatnya di Desa Kembang Seri Baru Kecamatan Ma Sebo Ulu dan Desa Tanjung Putra Kecamatan Mersam.

"Selama Operasi Patuh Siginjai 2020 Polres Batanghari tercatat ada 2(dua) kasus dengan korban luka ringan, namun untuk kerugian materi atas kejadian itu sekitar Rp 31 juta" tambahnya.

AKP Nafrizal menjelaskan, Operasi Patuh Siginjai 2020 Polres Batanghari sasarannya adalah pelanggaran lalu lintas yang bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan.

Hanya saja untuk operasi yang digelar di masa pandemi Covid-19 ini, penindakan tidak langsung diberikan tapi melalui pendekatan, upaya preemtif, preventif dan juga persuasif.

"Jika pelanggaran sudah berpotensi menyebabkan kecelakaan fatal baru dilakukan penindakan sesuai dengan pelanggaran yang dilakukan."

"Operasi Patuh kali ini prosentase untuk penindakan pelanggaran sebesar 20 persen, sisanya 80 persen adalah upaya preemtif, preventif dan persuasif."

"Selain itu juga memberikan sosialisasi dan imbauan tentang bagaimana masyarakat bersikap di masa adaptasi kebiasaan baru," tuturnya. (*/Lan)





BERITA BERIKUTNYA
loading...