Kasatgas Waspada Investasi : Fintech Illegal Harus Diberantas

Jumat, 03 Juli 2020

()

sinarjambi.com - Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) Tongam L Tobing yang juga Kepala Departmen Penyidik Sektor Jasa Keuangan di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan jika fintech illegal harus diberantas.

Hal ini disampaikannya siaran pers yang diikuti jurnalis se-Indonesia via virtual bertajuk “Perkembangan Terkini Penindakan Satgas Waspada investasi”, Jumat (3/7/2020) pagi.

Direktur Humas OJK Darmansyah tampil sebagai moderator.

Video conference turut menghadirkan Kompol Silvester dari Dit Cyber Bareskrim Polri dan Kompol Yogie dari Subdit Jaksi Dit tipideksus Bareskrim Polri sebagai nara sumber.

Disampaikan Tongam L Tobing, pihaknya terus melakukan edukasi kepada masyarakat akan bahaya fintech illegal. 

Tantangannya, kata Tongam adalah mudahnya pelaku fintech lllegal muncul di dunia maya.

"Karena pagi ini kita berantas, siang atau sore Dia sudah bisa dengan mudah muncul lagi. Tetunya dengan akun berbeda alias berganti-ganti terus."

"Disinilah dibutuhkan kewaspadaan dari masyarakat, untuk tidak mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan besar," jelas Tongam. 

Para korban investasi ilegal ini dipastikan Tongam bahwa investasinya hampir tidak pernah kembali 100%.

Ini dikarenakan uang tersebut digunakan dalam kegiatan tidak produktif dan pemberian-pemberian bonus. Sehingga kewajiban itu lebih tinggi daripada asetnya.

"Fintech illegal ini harusnya yang ada adalah pemberantasan. Jadi kita berantas bersama-sama fintech lending ilegal ini."

"Karena memang kita tidak tahu keberadaannya, bisa ketemu di web kita blokir muncul lagi. Untuk itu pada masyarakat kita minta bersama-sama untuk memberantas," ajak Tongam.

"Pada saat kami menerima pengaduan mengenai suatu investasi ilegal, Kami menghentikan kegiatan itu tanpa menunggu korban. Jadi Dia muncul kita injak, dia muncul kita injak tanpa menunggu adanya korban," tegas Tongam

"Kita memblokir aplikasi, situs, web dari fintech ilegal ini. Namun demikian memang ini menjadi masalah juga bahwa kita blokir pagi ini, nanti sore dia ganti nama dan bikin baru lagi."

"Kemudian kita berulang-ulang melakukan pemblokiran. Tapi kita tetap bekerja untuk melakukan monitoring pemblokiran ini, sehingga kita secara dini melakukan pemblokiran tanpa menunggu ada korban."

"Kemudian tindakan kita adalah menyampaikan tadi dengan rekan kami di Bareskrim melakukan koordinasi, untuk melakukan proses hukum di sana apabila memang ada dugaan tindak pidana di fintech itu," jelas Tongam.

sinarjambi.com berkesempatan mengajukan pertanyaan tertulis ke Tongam terkait koordinasi Satgas SWI dengan pihak terkait, khususnya Kemen Kominfo RI.

Ditegaskannya, pihaknya melakukan kerjasama dengan semua pihak dalam pemberantasan fintech illegal ini.

Diantaranya tentu dengan pihak Bareskrim Polri, Kementerian Kominfo RI dan pihak lainnya.

"Bagaimana kita menekan investasi illegal ini. Kami melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terutama juga dengan Kemenkominfo untuk melakukan cyber patroli secara dini untuk melakukan pemblokiran."

"Dan juga mengumumkan kepada masyarakat terkait dengan investasi ilegal ini."

"Dan kembali lagi juga kepada masyarakat selalu kita edukasi agar tidak mudah tergiur iming-iming penghasilan besar yang ternyata pada dasarnya adalah merugikan masyarakat," jelas Tongam. (Rolan)





BERITA BERIKUTNYA
loading...