Baling-baling pesawat terbang Cassa milik Poludara Baharkam Polri itu berputar kencang. Satu persatu, penumpang berseragam Biddokkes Polda Jambi menaiki pesawat. Tak lama, pesawat berkelir khas Korps Bhayangkara itu melesat membelah langit saat lepas landas dari bandara Sultan Thaha Saifuddin Jambi, Senin (3/1/2022). Sebelumnya, mereka diberi arahan oleh Irwasda Polda Jambi, Kombes Pol Raden Heru Prakoso. Siapa mereka?
Ternyata 32 tenaga vaksinator diterbangkan khusus ke Kerinci. Ya, khusus. Betapa tidak, tenaga vaksinator ‘diterbangkan’ atas perintah Kapolda Jambi Irjen Pol Rachmad Wibowo. Keberadaan mereka memperkuat vaksinator yang disiapkan pemerintah daerah setempat. Tujuannya pun tak main-main. Mempercepat capaian vaksinasi covid-19 di wilayah paling Barat provinsi Jambi itu. Ini setelah didapat fakta, sampai akhir 2021, persentase vaksinasi Kerinci paling rendah di Jambi.
Jenderal bintang dua ini terlihat sibuk bolak-balik mengecek sentra vaksinasi di Kerinci-Sungai Penuh. Vaksinasi massal di Desa Kubang Gedang, Kecamatan Depati Tujuh tempat pertama disambanginya, (7/1/2022). Sinergi bersama semua pihak dijalin mantan Dirtipiter Cyber Crime Mabes Polri ini. Disini, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani hadir. Yai Sani, demikian sang Wagub biasa disapa, mengapresiasi tinggi usaha keras Kapolda Jambi.
Tak puas, hari kedua Ia bergegas kembali mengecek vaksinasi di tiga tempat sekaligus. Posko vaksinasi di Kincai Plaza yang pertama. Diapit Kapolres Kerinci AKBP Agung Wahyu Nugroho, Kapolda menerima paparan singkat pelaksanaan vaksinasi yang berdiri di jantung kota Sungai Penuh.
Sisi humanis seorang Rachmad Wibowo pun Saya lihat di pondok pesantren Hataska/SMP Atthayyibah, Siulak Gedang, Kerinci. Kepada santri/siswi yang antri menunggu giliran disuntik vaksin, Ia membagikan langsung makanan ringan. “Adik-adik silakan dimakan, sebelum divaksin juga boleh,” ujarnya tersenyum.
Lokasi ketiga yang ditinjau Kapolda yakni di dusun Tiga, desa Telago Biru, Siulak Gedang. Kepada tenaga vaksinator yang didatangkan dari Jambi, Kapolda memberi motivasi untuk tetap semangat.
Cukup? Ternyata tidak. Hari terakhir, Minggu (9/1/2022) pagi dikumpulkannya seluruh kepala desa (kades) yang tergabung dalam Asosiasi Pemerintahan Desa Indonesia (Apdesi) kabupaten Kerinci. Ratusan kades dimotivasi Kapolda untuk meyakinkan warganya agar divaksin. Berdiri tegap diatas mimbar, suaranya tak begitu kuat tapi tegas. Paparannya ringkas. Fakta berupa angka persentase vaksinasi diperlihatkannya. Kades tertegun menyimak. Tak bersuara. GOR di Kota Sungai Penuh itu baru bergemuruh saat para kades menyatakan kesiapannya memobilisasi warga.
Kerja keras sang jenderal berbuah manis. Di bulan Januari saja dalam 9 hari, Kabupaten Kerinci sudah nambah 6 persen lebih. Bicara target 70 persen, dirinya optimis. Dengan catatan, setiap desa mengerahkan 20 orang warga, maka akan tercapai 5700 orang per hari atau sama dengan 2,9 persen. Maka, dalam 5 hari tercapai target 70 persen penduduk Kabupaten Kerinci tervaksinasi. “Bisa ya Pak,” tanya Kapolda yang disambut kesiapan kades.
Senada dengan Wagub, Bupati Kerinci Adirozal mengapresiasi plus berterima kasih kepada Kapolda Jambi dan jajarannya.
Ternyata, lewat kemauan, tekad kuat dan sinergitas itu semua bisa terwujud. Dan inilah yang dijalankan Kapolda Jambi. Mendatangkan ‘burung besi’ milik Poludara Baharkam Polri bukti keseriusannya. Dengan ‘burung besi’ itu juga lah Ia menuntaskan kunker 3 hari di Kerinci-Sungai Penuh. “Saya pulang ke Jambi dulu ya,” sapanya ke Saya di bandara Depati Parbo, Kerinci, Minggu (9/1/2022) siang. Terkait ‘burung besi’ ini, Saya pun berseloroh dengan salah seorang personel Polda Jambi, kalau Kapolda Jambi ‘bukan kaleng-kaleng’.
Penulis : Rolanda Hasibuan
Pemimpin Redaksi sinarjambi.com
Discussion about this post