JoomlaLock.com All4Share.net
Kisah Pilu Gadis Kecil di Riau, Hidupi Adiknya yang Masih Balita

sinarjambi.com - Andini (14) sudah dua pekan ditinggal ibu kandungnya Ijaz (40) yang meninggal karena penyakit TBC. Sang ayah juga meninggalkannya sebelum sang ibu wafat. Kini, gadis kecil itu harus mengasuh dua adiknya yang masih balita seorang diri.

 

Andini beralamat di Dusun Telayap, Desa Pangkalan Tampoi, Kabupaten Pelalawan, Riau. Rumahnya hanya berdinding kayu dan berukuran tak lebih dari 3x3 meter.

 

Ibunya meninggal dunia pada 3 Januari ini karena mengidap penyakit TBC stadium tiga. Andini sekarang tinggal bersama adiknya Purwanti berusia 1,6 tahun dan Duratul Jannah usia 5 bulan.

 

"Sebelum adiknya paling kecil lahir, bapaknya sudah meninggalkan mereka. Artinya Duratul Jannah masih dalam kandungan bapaknya sudah meninggalkannya," kata Wakil Ketua Yayasan Mualaf Alrisalah, Dedi Azwandi saat berbincang dengan detikcom, di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Sabtu (12/1/2019).

 

Ibunda Andini sebetulnya sudah mendapatkan bantuan dari Yayasan Mualaf Alrisalah untuk berobat ke rumah sakit. Dedi mengaku sudah sekuat tenaga membantu.

 

"Ada sekitar 6 anam bulan tim kita melakukan perawatan terhadap ibu Andini untuk dirujuk ke rumah sakit. Segala upaya kita bantu sesuai dengan kemampuan kami," kata Dedi dilansir detikcom.

 

Selama ibunya sakit, Andini terpaksa berhenti sekolah. Sejak enam bulan lalu sehari-harinya Andini harus merawat adik-adiknya.

 

Adik yang paling kecil mestinya mendapat asupan ASI. Namun, terlalu berisiko jika mendapat asupan ASI dari ibunda.

 

"Sewaktu ibunya masih hidup, kondisi kedua balitanya juga harus dijauhkan dari ibunya, karena penyakit TBC bisa menular," ujar Dedi.

 

 

Semasa ibunya sakit posisi Andini menjadi tulang punggung buat menjaga ibu dan adik-adiknya. Kondisi inilah yang memaksanya harus berhenti sekolah yang mestinya sudah duduk di bangku SMP kelas II.

 

Setelah ibunya meninggal, bantuan sembako mengalir buat Andini. Bantuan para dermawan membuat Andini sampai sekarang bisa bertahan.

 

"Kami setiap minggunya memberikan bantuan sembako buat Andini. Dana bantuan ini dari kawan-kawan yang tergabung dalam Sedekah Rombongan. Kondisi Andini memang sangat memprihatinkan. Dia cukup kuat untuk merawat kedua adiknya yang semestinya butuh perhatian kedua orang tuanya," sesal Dedi. (cha/zak)

Bagikan ke Medsos !
loading...

tnipol

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
25 Maret 2019 - 16:40
sinarjambi.com - Kepala Staf Kodam (Kasdam) II/Sriwijaya Brigjen TNI Syafrial menegaskan kepada prajurit jajaran korem ...
Post by Redaksi
25 Maret 2019 - 11:35
sinarjambi.com - Penyelesaian transaksi perdagangan antara dua negara yang dilakukan di dalam wilayah salah satu negara ...
Post by Redaksi
25 Maret 2019 - 15:43
sinarjambi.com - Ketua Dewan Pertimbangan Partai Berkarya Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto menyampaikan agar ...
Post by Redaksi
24 Maret 2019 - 15:31
sinarjambi.com - Polisi menangkap Kartono alias Tono (36), yang telah merampok rumah di Gorontalo dan menikam 4 orang ...
Post by Redaksi
24 Maret 2019 - 07:37
sinarjambi.com - Indonesia memang tak diunggulkan saat menghadapi Vietnam. Tapi pelatih Vietnam, Park Hang-seo, menilai ...
Post by Redaksi
25 Maret 2019 - 15:03
sinarjambi.com - Pemerintah akhirnya mengambil keputusan terkait tarif ojek online atau ojol. Dalam keputusannya, tarif ...