JoomlaLock.com All4Share.net

paninx

Ujian Nasional Dihapus, Ombudsman Setuju Tak Ada Standar Tunggal Kelulusan

sinarjambi.com - Ombudsman RI belum melakukan kajian khusus terkait rencana penghapusan Ujian Nasional (UN). Meski begitu Ombudsman setuju jika tak ada standar tunggal kelulusan seperti UN.

 

"Jadi dengan penghapusan ini kita belum tahu ya seperti apa, itu sebenarnya cukup dapat dukungan dari pemerhati pendidikan tapi kan tetap harus ada standar yang membuat mereka menjadi bisa naik dari tahun ke tahun. Mungkin yang tidak ada adalah standar tunggal, itu saya setuju," kata Komisioner Ombudsman bidang Pendidikan Ahmad Suaedy di Hotel Wyndham Casablanca, Jalan Casablanca, Jakarta Selatan, Kamis (12/12/2019).

 

Suaedy mengatakan, dalam 2 tahun terakhir, Ombudsman menyarankan pembentukan 3 level standar kelulusan. Standar tersebut mengacu pada faktor geografis dan kemudahan akses.

 

"Yang kita usulkan sebenarnya 2 tahun terakhir itu adalah membuat 3 level standar, jadi standar Jakarta katakanlah yang tertinggi, oke itu tinggal memelihara dan mendorong, tidak perlu dibantu," ujarnya.

 

"Kemudian standar kedua seperti di kabupaten di daerah-daerah terpencil atau di daerah-daerah kepulauan, ini haruslah diberi perhatian khusus tentang akses tadi itu. Yang ketiganya adalah secara khusus yang saya lihat adalah daerah pegunungan Papua, itu yang sangat sulit sekali, itu harus di-special treatment," imbuh Suaedy.

 

Menurutnya, dengan penggunaan UN sebagai standar tunggal seolah-olah menyamakan kondisi di pegunungan Papua dengan Jakarta. Hal itu, menurut Suaedy, tak masuk akal.

 

"Karena selama ini pemerintah membuat satu standar seolah-olah di Papua pegunungan disamakan dengan di Menteng, tidak masuk akal. Jadi dengan 1 standar itu pemerintah tidak punya program afirmasi. Dengan 3 standar ini kan bisa, ini kekurangannya ini dinaikkan, bahwa dari 3 ke 2 misalnya butuh 5 tahun it's okay tapi kan tiap tahun harus ada kenaikan," ucap dia.

 

Sebelumnya, Mendikbud Nadiem Makarim memang berencana menghapus UN pada 2021. Nantinya, UN akan diganti dengan sistem Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter, yang bukan didasari mata pelajaran, melainkan didasari kemampuan literasi (bahasa), numerasi (matematika), dan karakter. (detik.com)

Bagikan ke Medsos !

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
22 JanuarI 2020 - 20:54
sinarjambi.com - Mengawali tahun 2020, merintah Kota Jambi kembali melanjutkan tradisi yang senantiasa sukses meraih ...
Post by Redaksi
22 JanuarI 2020 - 16:23
sinarjambi.com - Penjualan sepeda motor pada tahun lalu mencapai 6.487.460 unit atau tumbuh tipis di kisaran 1,6%. ...
Post by Redaksi
22 JanuarI 2020 - 07:38
sinarjambi.com - Bagi seorang Kemas Faried Alfarelly, pembangunan karakter masyarakat sangat dibutuhkan dalam membangun ...
Post by Redaksi
22 JanuarI 2020 - 08:19
sinarjambi.com - KPK mengatakan seluruh anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) belum menyetorkan Laporan ...
Post by Redaksi
22 JanuarI 2020 - 06:37
sinarjambi.com - Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Papua, Alexander K.Y ...
Post by Redaksi
22 JanuarI 2020 - 05:20
sinarjambi.com - Tiga fraksi DPRD Sumatera Barat (Sumbar) resmi mengusulkan hak interpelasi terhadap Gubernur Sumbar ...