JoomlaLock.com All4Share.net

paninS

PAN di Ambang Pecah Belah

sinarjambi.com - Kepengurusan PAN periode 2020-2025 segera dilantik. Susunan pejabat teras ini malah bikin partai berlambang matahari putih ini di ambang pecah belah.

 

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan menyebut pengurus PAN yang baru bakal dilantik 25 Maret 2020. Susunan pejabat DPP PAN ini belum diketahui secara lengkap. Namun, yang jelas dan menjadi pemicu PAN di ambang pecah belah ialah terkait posisi Amien Rais.

 

Amien Rais adalah Ketua Dewan Kehormatan di kepengurusan PAN sebelumnya. Kali ini posisi itu ditempati Soetrisno Bachir. Loyalis Amien Rais pun meradang.

 

Jelang pengumuman kepengurusan baru, Amien Rais mengumpulkan relawannya. Tak jelas lokasinya di mana, namun isi pertemuan itu amat terang benderang. Usulan membentuk PAN Reformasi digaungkan dalam pertemuan tersebut.

 

"Kami sudah menerima usulan dari 158 DPD dan DPW, serta 1.300 tokoh-tokoh yang pernah terlibat di PAN, dan tokoh yang pernah terlibat di era reformasi, termasuk tokoh-tokoh Muhammadiyah agar Pak Amien daripada tidak diperlakukan tidak baik oleh PAN, agar membentuk PAN Reformasi," kata Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Muhammad Asri Anas, kepada wartawan, Rabu (11/3/2020).

 

"Semalam pun kami dengan beberapa DPW dan DPD, serta tokoh-tokoh yang ikut mendirikan PAN menyampaikan (usulan pendirian PAN Reformasi) ke Pak Amien," imbuhnya.

 

Namun, menurut Asri Anas, Amien masih fokus mempersiapkan rencana awal. Rencana dimaksud melayangkan gugatan hukum soal penyelenggaraan Kongres PAN ke-5 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

 

Zulkifli Hasan angkat bicara mengenai usulan PAN Reformasi ini.

 

Menurut pria yang akrab disapa Zulhas ini, usulan loyalis Amien Rais adalah risiko demokrasi.

 

"Begini, ya. Risiko demokrasi itu. Ya, memang begitu, keras, karena ada pilihan. PAN itu pilih demokrasi. Makanya keras, ada persaingan," kata Zulhas di kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (11/3/2020).

 

Zulhas kemudian menyinggung peristiwa kisruh dalam Kongres ke-5 PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara. Menurutnya, kejadian itu merupakan suatu proses menuju kematangan berdemokrasi.

 

"Mohon maaf kadang bangku kena anu, sasaran juga. Tapi itu demokrasi begitu. Sampai menuju demokrasi yang matang. Yang melahirkan civilized," ujarnya.

 

"Tapi ada satu pilihan lagi yang partai-partai memilih jalan lain. Ya, itu instruksi. Tidak ada apa-apa. Ketua umum sepakat satu, ini satu.

 

Besan Amien Rais itu juga membandingkan hasil pemilihan ketum dalam Kongres PAN di Bali pada 2015 lalu dengan di Kendari pada Februari 2020. Menurut Wakil Ketua MPR RI itu, hasil dalam pemilihan ketum itu juga salah satu contoh berdemokrasi.

 

"Kami memilih yang demokratis. Memang ini risikonya. Ada ramai, karena ada pertandingan. Bayangin saja dulu bedanya enam suara. Sekarang agak banyak, 106. Tapi itu lah demokrasi yang kami pilih, pertarungan," tutur Zulhas. (detik.com)

Bagikan ke Medsos !

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
30 Maret 2020 - 21:17
sinarjambi.com - Kondisi pasien pertama yang dinyatakan positif virus corona alias covid-19, diklaim semakin membaik. ...
Post by Redaksi
30 Maret 2020 - 20:23
sinarjambi.com - Bank Indonesia (BI) mengeluarkan Indeks Literasi Ekonomi Syariah pada hari ini (30/3), sebagai salah ...
Post by Redaksi
31 Maret 2020 - 05:22
sinarjambi.com - Komisi II DPR bersama KPU, Bawaslu, DKPP, dan Kemendagri sepakat menunda tahapan Pilkada Serentak 2020 ...
Post by Redaksi
30 Maret 2020 - 20:57
sinarjambi.com - Tim Sultan Polres Tebo, Polda Jambi kembali berhasil menangkap terduga pelaku pembobolan Alfamart di ...
Post by Redaksi
30 Maret 2020 - 10:29
sinarjambi.com - Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI) keberatan dengan salah satu keputusan force majeure ...
Post by Redaksi
31 Maret 2020 - 07:28
sinarjambi.com - Pemerintah melarang pegawai negeri sipil (PNS) untuk melakukan perjalanan ke luar daerah, termasuk ...