JoomlaLock.com All4Share.net
Benahi Sepakbola Indonesia : Ubah Kompesisi Exco dan Pemilik Suara PSSI
Foto : detikcom

sinarjambi.com - Komite Eksekutif PSSI punya wewenang sangat besar. Sayangnya tidak ada perimbangan power di dalamnya. Karena itu diusulkan perubahan komposisi Exco dan pemilik suara.

 

Dalam pasal 37 Statuta PSSI, tertulis ada 14 poin wewenang Komite Esekutif. Pada poin pertama sudah disebutkan kalau Exco punya wewenang besar untuk 'mengambil keputusan atas seluruh kasus yang bukan merupakan lingkup tanggung jawab Kongres atau yang tidak diberikan kepada badan lain sebagaimana diatur dalam Statuta ini'.

 

Wewenang lain Exco di antaranya adalah mengusulkan auditor independen, juga menentukan lokasi, waktu, dan peserta kompetisi di bawah PSSI, sampai menunjuk pelatih dan staff teknis Timnas Indonesia. Exco juga punya kuasa untuk memberhentikan seseorang atau badan atau menskorsing 1 (satu) anggota dari PSSI.

 

Exco PSSI kini dalam sorotan setelah dua anggotanya malah terindikasi terlibat pengaturan pertandingan. 

 

Ganesport Institute dalam rilis yang diterima detikSport menilai Exco tidak memiliki komposisi yang ideal lantaran tidak ada pihak independen yang bisa menjadi penyeimbang di dalamnya. Untuk diketahui, saat ini Exco diisi oleh beberapa nama yang juga merupakan pengurus klub.

 

"Masalah utama sebenarnya ada di ranah governance. Secara de jure PSSI memang milik anggota, tapi pada kenyataan di lapangan, sepakbola milik kita semua," kata Amal Ganesha, pendiri Ganesport Institute.

 

Menurut Ganessport Institute, idealnya 1/4 anggota Komite Eksekutif berasal dari pihak independen. 

 

Selain mengubah komposisi anggota Komite Eksekutif, hal lain yang perlu dilakukan untuk membenahi kondisi sepakbola Indonesia kini adalah memasukkan pihak-pihak lain sebagai pemilik suara. Saat ini pemilik suara PSSI terdiri dari Asprov, 18 klub Liga 1, 16 klub Liga 2, 16 klub Liga 3, 8 klub Liga 4, serta 4 asosiasi (futsal, sepak bola wanita, wasit, dan pelatih).

 

Dilansir detikcom, Ganesport Institute mengusulkan memasukkan pemangku kepentingan lain sebagai pemilik hak suara. Termasuk perwakilan Sekolah Sepakbola, Liga Universitas, suporter, dan standing committee lain.

 

"Mengacu kepada studi kasus di Australia, di mana komposisi hak suara bisa diseimbangkan, maka kami menganjurkan untuk PSSI menyeimbangkan komposisi hak suara di level kongres sebagai berikut: Asprov + Klub Profesional + Klub Liga Amatir sebesar 60 persen, dan Standing Committee + Suporter + SSB + Universitas sebesar 40 persen," demikian pernyataan Ganesport. (din/cas)

Bagikan ke Medsos !
loading...

tnipol

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 22:45
sinarjambi.com - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan, Pemerintah Provinsi Jambi telah menyediakan ...
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 20:30
sinarjsmbi.com - Dalam upaya melindungi industri otomotif dalam negeri dan pengguna kendaraan, pemerintah Indonesia ...
Post by Redaksi
19 Maret 2019 - 09:08
sinarjambi.com - Setiap partai berusaha memenuhi kuota 30 persen calon legislatif (caleg) perempuan, tapi sampai empat ...
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 17:32
sinarjambi.com - Perampok bidan desa di Ogan Ilir, Sumatera Selatan (Sumsel) akhirnya ditangkap. Pelaku atas nama ...
Post by Redaksi
18 Maret 2019 - 21:24
sinarjambi.com - Pelatih Tim Nasional Indonesia, Indra Sjafri, mengumumkan 24 nama yang diboyong ke Kualifikasi Piala ...
Post by Redaksi
19 Maret 2019 - 09:45
sinarjambi.com - Kementerian Keuangan memastikan bahwa kenaikan gaji pegawai negeri sipil (PNS) sebesar 5% mulai ...