JoomlaLock.com All4Share.net
Rusak Parah, Warga Keluhkan Jalan Lintas Bulian-Jambi

sinarjambi.com - Kondisi jalan lintas Bulian-Jambi yang rusak parah, dikeluhkan warga.

 

Jalan lintas Bulian-Jambi yang semakin parah rusaknya, akibat ratusan truk batu bara yang  bertonase sangat melebihi batas melintasi jalan tersebut setiap harinya.

 

Tak ayal, banyak Jalan yang telah berlobang kecil maupun lobang yang cukup besar, membuat pengguna jalan lainnya mengeluh dengan kerusakan jalan tersebut.

 

Jalan lintas utama merupakan jalan yang menghubungkan kota Jambi dan kabupetan lainnya. Namun kerusakan jalan tersebut sangat menghawatirkan. Resiko terjadinya kecelakaanpun sangat mengintai pengguna jalan. 

 

Fendi warga  Kecamatan Pemayung sangat mengeluh kerusakan jalan tersebut.

 

"Saya dari Bulian mau pulang ke Pemayung paling lama satu jam, namun semakin parah rusaknya ruas jalan Bulian-Jambi dengan waktu dua jam lebih baru sampai ke Pemayung," ujar Fendi kepada sinarjambi.com, Kamis (7/2/2019).

 

"Dari Muara Bulian ke Pemayung paling lama satu jam, namun keadaan jalan lintas yang semakin parah rusaknya dan adanya lobang-lobang di ruas jalan tersebut, perlu waktu dua jam lebih baru sampai ke Pemayung. Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau bertanggung jawab untuk memperbaikinya," keluh Fendi.

 

Fendi juga meminta kepada tolong kepada Dinas perhubungan Propinsi dan Kabupaten Batanghari, Sat lantas Polres Batanghari, Kotura, serta instansi terkait untuk menindak lanjuti angkutan batu bara dan memperbaiki jalan tersebut.

 

"Khususnya Dishub dan Kotura. Jangan hanya memungut retribusi dan tidak memikirkan jalan mau bagus atau tidak. Perbaiki jalan yang rusak semakin parah, jangan hanya memungut retribusi saja," tegas Fendi.

 

Menanggapi keluhan warga tersebut, ketua Kotura Batanghari Toni saat di konfirmasi sinarjambi.com melalui sambungan telepon selular mengatakan, pihaknya hari ini melakukan sedikit perbaikan jalan.

 

"Kotura hari ini membantu perbaiki jalan poros di Talangbukit dan Desa Rantau Puri untuk di sol semen. Dan terkait retribusi yang dipungut sebesar Rp 5000, masyarakat tidak perlu tahu urusan itu," kata Toni.

 

"Masyarakat tidak perlu tahu urusan pungutan Rp 5000 setiap mobil angkutan batu bara, karena itu berdasarkan kesepakatan bersama."

 

"Mobil angkutan batu bara yang melintas pada siang hari itu bukan tanggung jawab Kotura. Saya serahkan kemasyarakat untuk menindak lanjuti. Untuk lebih jelas tentang jam operasional batu bara, tanyakan langsung dishub Propinsi ke bapak Herlambang," pungkasnya. (Afr/Lan)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
22 FebruarI 2019 - 12:08
sinarjambi.com - Dibanding tahun 2018, alat dan mesin pertanian (alsintan) menurun dari alokasi APBN kepada ...
Post by Redaksi
22 FebruarI 2019 - 07:29
sinarjambi.com - Lewat GOJEK Wirausaha, pelaku UMKM bisa mendapatkan pengetahuan tentang perencanaan bisnis hingga ...
Post by Redaksi
15 FebruarI 2019 - 09:37
sinarjambi.com - KPU mengatakan tidak dapat memaksa caleg yang tidak ingin membuka profil pribadi. Namun KPU menyebut ...
Post by Redaksi
22 FebruarI 2019 - 11:17
sinarjambi.com - Aksi bejat dilakukan SMJ (42) warga Penyengat Rendah, Kecamatan Telanai Pura kepada LSP (18)  ...
Post by Redaksi
14 FebruarI 2019 - 12:39
sinarjambi.com - Timnas Indonesia U-22 menyadari krusialnya laga pertama di Piala AFF U-22 2019. Pelatih Indra Sjafri ...
Post by Redaksi
22 FebruarI 2019 - 13:34
sinarjambi.com - Penyusunan Peraturan Pemerintah (PP) tentang pemberian THR 2019 dan Gaji ke-13 untuk PNS atau ASN ...