JoomlaLock.com All4Share.net
Pilu Korban Investasi Pohon si Bos Radio: Bercerai-Anak Setop Kuliah

sinarjambi.com - Koperasi Jasa Hukum yang diikuti Shinta Sundayani Farida (54) berakhir pilu. Ibu beranak dua itu harus kehilangan kesempatan menguliahkan anaknya sampai tuntas karena tertipu investasi bodong.

 

Semua itu berawal pada 2012 lalu. Shinta yang memang pendengar setia radio itu, terpikat untuk mengikuti program investasi pohon yang ditawarkan MS di radio. MS ialah bos salah satu radio swasta di Bandung.

 

"Orang miskin dibikin kaya, terus penyiar itu sepertinya anti koruptor, bagus dong saya pikir. Indonesia bisa maju kalau ada radio yang bisa menampung aspirasi, rakyat kecil" kata Shinta saat berbincang dengan detikcom, Jumat (14/6/2019).

 

Ia yang berjualan tanaman itu, akhirnya mengumpulkan modal sedikit demi sedikit. Hingga akhirnya terkumpul uang Rp 20 juta. 

 

"Nabung pertama di tabungan Koperasi Jasa Hukum, MS bilang jangan diambil dulu selama satu tahun, uangnya juga untuk bantuan sekolah gratis," ujar Shinta.

 

Shinta awalnya tak berpikir negatif sekali pun dengan program investasi pohon yang ditawarkan MS. Pasalnya, pada investasi pertamanya di perkebunan padi hitam dan putih, ia bisa mendapatkan keuntungan. 

 

"Saya investasi Rp 10,5 juta, bisa mendapatkan 20 jutaan, bisa kembali modal dari MS. Kemudian mencoba yang jahe, baru di sini mulai agak macet pembayarannya, barulah muncul investasi kesemek," ucapnya.

 

"Betul, semuanya sempat lancar, terakhir yang jahe empet-empetan. Saya pikirnya anak mau kuliah dan nikah nantinya, kalau diinvestasikan enam bulan kan lumayan," ia menambahkan.

 

Namun, apa yang ia tunggu tak datang jua, hingga empat tahun lamanya. Uang sebesar Rp 255 juta pun belum jelas peruntungannya.

 

"Ini agak berat, saya sampai masuk rumah sakit karena sakit jantung, anak-anak pun sempat berhenti kuliah karena tidak ada biaya," tutur Shinta.

 

Namun yang lebih menyakitkan, ujar Shinta, adalah kehilangan ayahandanya. "Seiring waktu berjalan saya sudah mulai melupakan, tapi ada seseorang yang membisiki ayah saya, sehingga beliau kaget dan kena serangan jantung, hingga akhirnya meninggal," ujarnya.

 

Saat ini, Shinta pun terpaksa meminjam ke bank untuk kebutuhan pernikahan anaknya. "Saya berharap bisa segera dituntaskan, kasihan, ada nasabah lain yang sampai bercerai hingga diusir dari rumah gara-gara hal ini, saya sudah berserah diri," katanya.

 

Ia pun berusaha untuk menagih uangnya, namun MS selalu memberikan janji lainnya, hingga akhirnya mangkir dan sulit ditemui. "Kami sudah laporkan ke polisi, tapi katanya pak MS menjanjikan ini itu lagi," ucap Shinta.

 

Senada dengan Shinta, korban lainnya, Ai Susilowati, mengatakan MS selalu ingkar janji dan tak kunjung mengembalikan uang yang diinvestasikannya.

 

MS selalu berjanji mengembalikan uang nasabah sejak tahun 2016. Namun hingga 2019 tak ada buktinya. Setiap didatangi tak pernah ada.

 

"Saya itu ikut investasi ini tahun 2015, setor uang ke MS sekitar Rp 150 juta, tapi tidak jelas seperti apa nasib uang saya. Lalu saya minta dikembalikan semuanya, tapi baru Rp 82,5 juta yang dikembalikan. Uang itu buat modal kuliah anak saya. Sekarang tertunda kuliahnya," kata warga Bandung itu.

 

Respons Pemkot Cimahi

Walikota Cimahi Ajay M Priatna mengatakan banyak warga Cimahi yang menjadi korban investasi tersebut. "Saya baru baca beritanya, kabarnya banyak warga kita yang menjadi korban," katanya di Kantor Pemkot Cimahi.

 

Ia pun berencana untuk memanggil sejumlah pihak untuk menengahi hal tersebut. "Secepatnya akan saya panggil, saya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati," katanya.

 

Kapolres Cimahi AKBP Rusdy Pramana Suryanagara mengimbau agar masyarakat bisa menyerahkan hal ini kepada pihak berwenang. 

 

"Sudah dilaporkan ke Polda Jabar, kami hanya bisa mengimbau agar masyarakat tidak mudah terjebak dengan investasi yang dirasa tidak masuk akal," ucap Rusdy.

 

Dari data yang dihimpun detikcom dari koordinator nasabah Hermawan, saat ini total kerugian yang dialami seluruh nasabah berjumlah Rp 82 miliar. (bbn/bbn)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
17 September 2019 - 22:38
sinarjambi.com - Untuk memperingati Hari Kesadaran Nasional (HKN), Pemerintah Kabupaten Muarojambi, gelar upacara ...
Post by Redaksi
17 September 2019 - 10:45
sinarjambi.com - Menanggapi beredarnya isu tabung kedaluarsa yang menyebar di grup WhatsApp, Vice Presiden Corporate ...
Post by Redaksi
16 September 2019 - 16:03
sinarjambi.com - Muhammad Hafiz,SH beserta sejumlah Kader PAN dan rombongan,mendatangi Kantor DPC PDI Perjuangan ...
Post by Redaksi
17 September 2019 - 13:49
sinarjambi.com - Ubedilah Als Ruben Bin Winarno selaku salah satu anggota tersangka KKB SMB yang ditangkap Polda Jambi ...
Post by Redaksi
17 September 2019 - 20:12
sinarjambi.com - Diiringi harapan Cabor Panahan Jambi bisa kembali mendulang emas di PON XXII/2020 Papua, Ketua KONI ...
Post by Redaksi
17 September 2019 - 17:40
sinarjambi.com - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemukan kementerian dan lembaga (K/L) yang melakukan penggelembungan ...