JoomlaLock.com All4Share.net
Polda Jambi Minta Pemodal Illegal Driling Menyerahkan Diri
Dirreskrimsus saat jumpa pers. Foto : Rolan - sinarjambi.com

sinarjambi.com - Kepolisian daerah (Polda) Jambi minta kepada pemodal aksi illegal driling (pengolahan minyak tanpa izin) di Desa Kilangan, Kabupaten Batanghari, Jambi untuk menyerahkan diri sebelum polisi bertindak.

 

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Kombes Pol Thein Labero, di Jambi Senin, mengatakan setelah menangkap tiga orang pelaku sebagai pekerja illelgal driling dari kawasan Kilangan, Batanghari maka terindetifikasilah pelaku utamanya sebagai pemodal dalam kasus tersebut.

 

Pelaku utamanya yakni pemodal illegal driling tersebut indentitasnya sudah kita ketahui maka saya minta untuk menyerahkan diri segera ke polisi.

 

"Pemodalnya jika tidak menyerahkan diri maka akan segera kita tangkap," kata Thien Labero.

 

Polda Jambi masih memberikan waktu kepada pelaku utama untuk memyerahkan diri sampai batas waktu usai pelaksanaan pemilu nanti.

 

Dalam memberantas pelaku illegal driling pengolahan minyak illegal di Jambi, pihak Polda Jambi akan menegakan hukum dengan pola memberantas pelakunya dari atas atau pelaku utamanya, sehingga aksi illegal driling itu bisa diberantas.

 

Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Jambi pada 10 April lalu berhasil menangkap tiga orang pelaku pengolahan Bahan Bakar Minyak (BBM) illegal driling dengan barang bukti 13.200 minyak jenis solar, premium dan minyak mentah dalam belasan drum.

 

Ketiga orang pengolah minyak mentah tanpa izin (illegal driling) ketiga orang tersebut Rudi Efendi (28) warga Desa Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Mata Rifai (28) warga Bayung Lincir Kabupaten Musi Banyuasin dan Aris Ahmad (43) warga Cempaka Putih, Jelutung, Kota Jambi. 

 

Ketiganya di amankan pada Selasa lalu (9/4) di jalan Lintas Tempino-Muarobulian Km 60 Desa Kilangan, Kabupaten Batanghari, mereka dibekuk oleh tim Subdit IV Direskrimsus Polda Jambi saat tengah mengolah minyak mentah. 

 

Selain mengamankan tiga tersangka petugas juga turut mengamankan barang bukti berupa, 12 drum besi warna merah dan lima tedmon kapasitas 1.000 liter yang berisikan minyak bumi sebanyak 7.400 liter, 26 drum besi warna merah berisi BBM solar olahan sebanyak 5.200 liter, 600 liter minyak olahan sehingga total barang buktinya 13.200 liter atau 13,2 ton.

 

Pelaku sendiri mengolah minyak ilegal yang ada di Desa Kilangan bukan milik pribadi mereka melainkan milik pemodal yang identitasnya telah di kantongi oleh Ditkrimsus Polda Jambi. 

 

Dirkrimsus Kombes Pol Thein Tabero menegaskan kembali kepada pemodal illegal driling tersebut untuk segera menyerahkan diri kepada kepolisian hingga pemilu 2019 usai dan jika tidak pihaknya akan menangkap pemodal tersebut. 

 

Untuk saat ini sebagian dari barang bukti diamankan atau dititipkan di Mapolres Batanghari.

 

Atas perbuatannya pelaku dijerat pasal 54 dan atau pasal 53 huruf a,c dan d UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang migas dengan ancaman enam tahun penjara dan denda miliaran rupiah. (*/Lan)

Bagikan ke Medsos !
loading...

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
17 Juni 2019 - 22:33
sinarjambi.com - Gubernur Jambi, Dr.Drs.H.Fachrori Umar,M.Hum mengemukakan, pendidikan dan pelatihan (Diklat) ...
Post by Redaksi
17 Juni 2019 - 10:43
sinarjambi.com - Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada akhir April 2019 terkendali dengan struktur yang sehat. ULN ...
Post by Redaksi
17 Juni 2019 - 07:46
sinarjambi.com - Lima komisioner KPU Palembang ditetapkan menjadi tersangka pidana pemilu karena tak menuruti ...
Post by Redaksi
17 Juni 2019 - 13:29
sinarjambi.com - Ditresnarkoba Polda Jambi memberikan pembekalan kepada Anggota Korem 042/Gapu dan jajaran dalam rangka ...
Post by Redaksi
16 Juni 2019 - 10:32
sinarjambi.com - Kandidat ketua umum PSSI Komjen (Pol) M Iriawan memaparkan komitmennya untuk meningkatkan sepakbola ...
Post by Redaksi
16 Juni 2019 - 11:05
sinarjambi.com - Bagi ahli hisab dan rukyat, Tanjung Kodok yang ada di wilayah Pantura Lamongan sudah tak asing lagi. ...