JoomlaLock.com All4Share.net
Polda Jambi Tetapkan Tersangka Korupsi KMS Bank Mandiri
Foto : Rolan - sinarjambi.com

sinarjambi.com - Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Jambi menetapkan lima tersangka kasus tindak pidana korupsi pemberian fasilitas layanan Kredit Serbaguna Mikro (KMS) di Bank Mandiri Jambi yang merugikan negara Rp3,482 miliar pada 2013.

 

Dirkrimsus Polda Jambi, Kombes Pol Thien Tabero, melalui Kasubdit Tipikor AKBP Ade Dirman, di Jambi Kamis mengatakan, kasus pemberian fasilitas layanan KMS di Bank Mandiri kepada pegawai Badan Penanaman Modal Daerah dan Pusat Pelayanan Terpadu (BPMD dan PPT) Jambi menetapkan lima orang tersangka.

 

Kelima tersangka dugaan korupsi yang merugikan negara Rp3,482 miliar tersebut adalah Farida selaku bendahara gaji BPMD dan PPT Provinsi Jambi, Irfan Rakhmadani Kasi informasi BPMD PPT Jambi.

 

Kemudian Toni Chandra selaku pegawai Bank Mandiri, Nana Suryana sebagai Kepala kantor cabang Bank Mandiri dan Haris Fadilah pegawai Bank Mandiri.

 

Kasus dugaan korupsi tersebut terjadi 2013 dimana Bank Mandiri Kantor Cabang Perwakilan (KCP) Jambi melakukan kerjasama dengan Dinas BPMD dan PPT Provinsi Jambi yang melakukan kerjasama untuk mendapatkan bantuan kredit.

 

Pada 2013, ada sebanyak 24 pegawai BPMD dan PPT Provinsi Jambi mengajukan permohonan kredit secara kolektif dan proses pengajuan kredit dilakukan melalui bendahara.

 

Kemudian pada 2015, dilakukan audit internal oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terhadap nasabah yang mengajukan kredit dan hasilnya ditemukan ada 17 nasabah yang mengajukan pinjaman atau kredit dengan menggunakan modus menggunakan dokumen data fiktif.

 

Kemudian pihak Bank Mandiri melaporkan kasus itu ke Polda dan dilakukan penyelidikan hingga ditemukan kasus kredit yang mengguna data palsu atau fiktif.

 

Tim Subdit III Ditkrimsus Polda Jambi kemudian melakukan penyelidik kasus itu dan menemukan barang bukti dokumen palsu atau fiktif berupa KTP, KK, Surat Nikah SK CPNS, Taspen dan SK PNS serta alamat nasabah yang ternyata bukan sebenarnya atau tidak terdata pada Dinas Dukcapil Kota Jambi.

 

Ade Dirman mengatakan, setelah dilakukan penyelidikan dan di audit BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp3,482 miliar dan atas perbuatannya dikenakan pasal 2 dan 3 UU RI No 31 tahun 1999 tentang tipikor.

 

Untuk berkas perkara tiga tersangka yakni Farida, Irfan dan Toni dalam waktu dekat dilimpahkan ke Kejati sedangkan berkas dua tersangka lainnya Haris dan Nana masih menunggu peyunjuka jaksa. (*/Lan)

Bagikan ke Medsos !

>

  • JAMBI KITA
  • BISNIS
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • RAGAM BERITA
Post by Redaksi
13 Oktober 2019 - 20:33
sinarjambi.com - Kapolda Jambi Irjen Pol Drs.Muhclis, A.S. M.H., Hadiri acara Road Show New Ford Ranger Product ...
Post by Redaksi
13 Oktober 2019 - 18:40
sinarjambi.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyetujui rencana pengembangan pertama ...
Post by Redaksi
10 Oktober 2019 - 08:31
sinarjambi.com - Wacana amendemen UUD 1945 kembali mengemuka di awal kepemimpinan Ketua MPR Bambang Soesatyo. Amendemen ...
Post by Redaksi
10 Oktober 2019 - 10:51
KPK memanggil eks Dirjen Cipta Karya Sri Hartoyo terkait kasus dugaan suap proyek pembangunan sistem penyediaan air ...
Post by Redaksi
13 Oktober 2019 - 17:29
sinarjambi.com - Indonesia mengirim tiga wakil ke babak final Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2019. Ganda campuran, ...
Post by Redaksi
12 Oktober 2019 - 07:16
sinarjambi.com - Asisten bidang Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Martuani Sormin, menerbitkan telegram rahasia (TR) ...